Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Pemerintah Akan Mempermudah Investor Pertanian
Selasa, 05 April 2005 | 15:13 WIB

TEMPO Interaktif, Palembang:Pemerintah akan menghilangkan semua ganjalan yang bisa menghambat investor masuk ke Indonesia khususnya untuk bidang pertanian.

Hal itu diungkapkan Menteri Pertanian Anton Apriyantono usai membuka Temu Agribisnis Ekslusif di 4 Provinsi yang merupakan rangkaian Indonesia Agricultural Summit 2005, di Palembang, Selasa (5/4).

Anton mengakui masih banyak persoalan yang harus dibenahi dalam mendorong investor ke Indonesia, seperti perizinan harus setransparansi mungkin, tata ruang tempat investasi yang cenderung tumpang-tindih harus diperbaiki, profil SDM, sarana dan prasana juga harus ditingkatkan.

“Yang jelas kami akan dorong yang membuka seluas-luasnya untuk membuka usaha terutama investor dalam negeri, dan kalau tidak ada, investor luar, tetapi harus bekerja sama dengan pihak dalam negeri,” ujarnya.

Anton melihat saat ini ada peningkatan keinginan dari beberapa investor untuk menanamkan modalnya di bidang pertanian seperti Grup Sampoerna yang berencana menanamkan investasi di bidang tebu dan sawit.

“Itu merupakan indikator bahwa gairah untuk bidang pertanian masih menjadi incaran investor,” ujarnya.

Sementara, panitia penyelenggara dari Forum Makmur Bersama dan Komite Penanggulangan Kemiskinan, Sarjan Taher, mengatakan Road Show Indonesia Agriculutural Summit 2005 ini akan mengunjungi 33 provinsi dengan komoditas masing-masing. Diharapkan acara ini akan terus bergulir ke Jambi, Yogyakarta, Papua, Gorontalo, dan Jatim serta daerah Indonesia lainnya.


Arif Ardiansyah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Petani menebar pupuk di sawah, 1997. [Dok TEMPO; R2A/083/97; 2000/05/31].<br>Dimuat majalah TEMPO 20000611-088 Ibu-ibu petani menjemur jagung yang akan dijadikan bibit di Ciampea, Bogor, 2 Mei 2001. [TEMPO/ Arie Basuki; K1A/272/2001; 20010519].
Petani
Jagung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sragen Ingin Jadi Sentra Produksi Beras Organik
Petani Kediri Terancam Gagal Panen
Bulog Siapkan 46.000 Ton Beras untuk NTT
Mentan: NTT Belum Rawan Pangan
Hama Sundep dan Kupu-Kupu Serang Indramayu
Ongkos Produksi Padi Naik 10-20 Persen
Anggota Dewan Pertanyakan Mafia Pupuk
Ratusan Hektare Sawah di Serang Gagal Panen
Tsunami Merusak 20 Persen Lahan Pertanian Aceh
Komisi VI Minta Pemerintah Prioritaskan Industri Agro
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
PP RI No.1 Thn.1980 Tentang Ketentuan Penanaman Papaver, Koka, Dan Ganja
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Suara NU ke Pasangan Karsa, Perempuan ke Kaji
Pasangan Karsa Langsung Lakukan Konsolidasi
Industri Mulai Geser Hari Kerja
Pemerintah Siapkan Dana Cadangan untuk PLN
Industri Gugat PLN Jika Tarif Dinaikkan

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data