Ekonom ADB: Suku Bunga SBI yang Realistis 8,75 Persen
Rabu, 06 April 2005 | 15:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekonom Asian Development Bank menilai kenaikan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebesar lima basis poin pada lelang hari ini masih belum dapat meredam gejolak pasar.
"Tingkat suku bunga SBI minimal yang harus ditetapkan BI adalah 8,75 persen," ujar Ekonom ADB Amanah Abdul Kadir di Jakarta, Rabu (6/4).
Tingkat bunga SBI itu, kata dia, diperoleh berdasarkan asumsi perhitungan suku bunga bank sentral Amerika Serikat saat ini sebesar 2,75 persen. Asumsi lainnya inflasi rata-rata sekitar enam persen dan apresiasi terhadap rupiah sebesar nol.
"Masalahnya tidak mungkin apresiasi rupiah sebesar nol," kata dia.
Amanah memperkirakan, dengan apresiasi rupiah saat ini sekitar 0,5 persen, suku bunga SBI yang realistis adalah sekitar 9,25 persen. Menurut dia, dengan patokan tersebut nanti akan digunakan para investor untuk membeli obligasi domestik (surat utang negara).
Namun, Amanah mengatakan, pemerintah harus menahan inflasi dan nilai tukar rupiah apabila pemerintah tetap bertahan dengan suku bunga SBI 8 persen.
Untuk meredam inflasi tersebut pemerintah harus memperbaiki infrastruktur agar biaya distribusi menjadi lebih murah, mengurangi ekoomi biaya tinggi (high cost economy) agar investasi bertambah, serta melakukan pemerintahan yang baik agar kepercayaan masyarakat meningkat. Evy Flamboyan





