Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Belum Final, Dipasena Jadi Perusahaan Negara
Selasa, 12 April 2005 | 04:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama Perusahaan Pengelola Aset (PPA), Mohammad Syahrial mengatakan proses perubahan tambak udang terbesar di Asia Tenggara PT Dipasena Citra Darmaja (Dipasena) menjadi perusahaan negara masih belum diputuskan. "Belum, masih dalam kajian," ujarnya kepada wartawan, Senin (11/4).

Menurut dia, secara prinsipil kesepakatan untuk akuisisi melalui Master Settlement Acquisition Agreement (MSAA) atau masalah Dipasena sudah diberikan kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). "Ini sudah selesai di BPPN. Hanya sekarang bagaimana cara mengelola aset tersebut," ujar Syahrial.

Mengenai perhitungan kembali nilai aset dari Dipasena yang sekarang terus merosot drastis, menurut Syahrial masih belum dapat dilakukan karena proses hasil uji tuntas keuangan (financial due diligence) daan uji tuntas hukum (Legal due dilligence) masih berjalan.

"Mengenai perhitungan nilai detilnya, nanti pada saatnya kami umumkan. Nanti kalau sudah final selesai, saya kasih pers release deh," janjinya.

Seperti diberitakan Koran Tempo hari ini, pada 1999 Dipasena diserahkan oleh konglomerat Sjamsul Nursalim ke BPPN melalui perusahaaan induk PT Tunas Sepadan Investama guna membayar utangnya kepada negara sebagai pemilik PT Bank Dagang Nasional Indonesia yang telah dilikudasi.

Dalam kesempatan itu, Syahrial juga membantah mengenai nota yang beredar di beberapa media tentang permintaan keringanan pajak untuk PPA. Menurut dia, nota tersebut sebetulnya hanya catatan dari diskusi internal PPA, apalagi PPA bukan pemilik perusahaan-perusahaan yang dikelolanya.

"Itu hanya brainstorming (curah pendapat) internal PPA sendiri dengan pajak karena ini aset negara. Kami bukan memiliki sendiri loh," ungkapnya.

Lebih lanjut, Syahrial mengungkapkan bahwa pada perjalanannya, memo tertanggal 10 Mei 2004 itu dibocorkan oleh oknum. Syahrial menjamin PPA tetap akan membayar pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku tanpa keringanan. Ia membantah bahwa PPA pernah mengajukan keringanan pajak.

"Gak ada, kami gak pernah mengajukan. Itu hanya diskusi internal dan oleh oknum dibocorkan. Gitu aja," ucapnya. Evy Flamboyan/Thoso Priharnowo -- Tempo News Room

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)Customer Care di Anggana Danamon, Jakarta 7 September 2000 [TEMPO/Awaluddin R; 31D/301/2000; 2000/11/18]
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010506-129, 20000917-122 Suasana di Pusat Pelayanan Nasabah Kantor Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) di Atrium Senen, Jakarta 7 September 2000 [TEMPO/Awaluddin R; 31D/301/2000; 2000/11/18]
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010624-114
Customer Care BPPN
Kantor BPPN
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Ganti Ketua Tim Pemberesan BPPN
Pemerintah Perpanjang Lagi Tugas Tim Pemberesan BPPN
Philip Morris Indonesia Akuisisi HM Sampoerna
BII Tunggu Persetujuan BI untuk Akuisisi Wom Finance
NISP Berniat Akuisisi Bank Lain
NISP Masih Selaraskan Rencana Kerja dengan OCBC
PPA akan Restrukturisasi 15 Perusahaan
Mandiri Tidak Berminat Gabung dengan BTN
Jos Luhukay: Koperasi Bank Bisa Penuhi Arsitektur Perbankan Indonesia
Menteri Jangan Lindungi Konglomerat Hitam
> selengkapnya...


Referensi

Perjalanan BPPN dari Waktu ke Waktu
Kasus Dipasena
Status Pengutang BPPN
Profil Iwan Prawiranata
Profil Glen Yusuf
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 16 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Tim Pemberesan Badan Penyehatan Perbankan Nasional
Keppres RI No. 15 Tahun 2004 Tentang Pengakhiran Tugas dan Pembubaran Badan Penyehatan Perbankan Nasional
> selengkapnya...

Website

Situs Bank Indonesia
BPPN


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data