Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

BI Minta Bank dan Lembaga Nonbank Bersinergi
Selasa, 12 April 2005 | 11:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah menyatakan, kesehatan dan pertumbuhan lembaga nonbank adalah syarat pertama dalam membentuk produk dan institusi keuangan.

“Sulit dibayangkan jika pengembangan lembaga nonbank tanpa diikuti sistem perbankan yang sehat," katanya di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (12/4).

Karena, menurut Burhanuddin, mayoritas bank-bank di Indonesia saat ini dimiliki oleh perusahaan sekuritas, dana pensiun, lembaga keuangan dan perusahaan asuransi. Kepemilikan dan keterkaitan seperti ini sering kali berisiko pada institusi keuangan.

Korelasi antara perbankan dan lembaga nonblank, kata dia, dibutuhkan dalam ekonomi moderen untuk menciptakan beragam sumber keuangan terutama untuk mengisi kekosongan dalam sumber pembiayaan jangka panjang. Ia berharap, kinerja lembaga nonbank akan menciptakan lingkungan perekonomian yang sehat.

"Karenanya, dominasi perbankan dalam pembiayaan tidak perlu dikontradiksi dengan pertumbuhan lembaga nonbank. Saya percaya bahwa sinergi (bank dan lembaga nonbank) akan berkembang dan menciptakan proses (pembiayaan jangka panjang) yang bijak dan kreatif," tuturnya.

Untuk meraih keseimbangan antara pertumbuhan dan penguatan sistem keuangan, menurut Burhanuddin, diperlukan keberlanjutan peningkatan kualitas regulasi dan supervisi di tiap sektor industri keuangan.

Bank Indonesia sebagai regulator dibidang moneter dan perbankan akan mengawasi perkembangan perbankan dan lembaga nonbank. "Untuk menghindari risiko di luar institusi perbankan, diharapkan perbankan dapat menjalankan peraturan yang ketat terkait pengawasan diantara institusi keuangan," ujarnya. R.R Ariyani—Tempo News Room

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Direktur Bank Indonesia (BI), Hendro Budiyanto pada rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR di gedung MPR/DPR, Jakarta, 1993. [TEMPO/ Rully Kesuma; 15D/210/1993; 20021001]. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Maulana Ibrahim saat jumpa pers di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, 27 Februari 2003. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K12A/179/2003; 20030225].
Hendro Budiyanto
Maulana Ibrahim
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Buy Back, BI Independen
Rating Bank di Indonesia Paling Tinggi Hanya B+
BI Lakukan Pengawasan Menyeluruh Sampai ke Anak Perusahaan Bank
BI: Konsolidasi Perbankan Terganjal Kultur Asia
Neraca Pembayaran Indonesia 2005 Meningkat
BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2005, 5-6 Persen
40 Bank Bermasalah Akan Di-merger
Pemerintah Diminta Segera Terbitkan Standar Baku Perencana Keuangan
Oto Dalam Lembaran Rp 20 Ribu Sudah Benar
BI dan Pemerintah Sepakat Atur Pembelian Dolar Pertamina
> selengkapnya...


Referensi

Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 47 Tahun 2001 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 17 Tahun 1999 Tentang Badan PenyehatanPerbankan Nasional
> selengkapnya...

Website

Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data