|
Ekonomi Bisnis
Pertamina Kesulitan Mendapatkan LNG
Selasa, 12 April 2005 | 15:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pertamina hingga kini belum mendapatkan satu kargo gas alam cair (LNG) untuk memasok kebutuhan LNG-nya. Hal itu disebabkan kondisi di pasaran sangat terbatas terkait melonjaknya harga minyak sekitar US$ 54 per barel.
"Pasarnya sangat ketat dan sulit mencari kargo, maunya kita secepat mungkin," kata Ari Soemarno, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina usai pelantikan Kepala BP Migas yang baru, Kardaya Warnika, Selasa (12/4).
Ari menambahkan, untuk bulan April pihaknya tidak mungkin lagi mendapatkan satu kargo. "Paling cepat bisa kita dapat bulan Mei," tandasnya. Dia juga mengeluhkan pembiayaan untuk pembelian kargo yang belum jelas.
Pemerintah membeli satu kargo LNG karena tiga pabrik pupuk di Aceh, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) I, PIM II, dan Asean Aceh Fertilizer (AAF), memerlukan gas setara 12 kargo setahun. Pemerintah meminta ExxonMobil Oil Indonesia, pengelola lapangan Arun, untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut.
Hal itu berdampak terhadap komitmen ekspor dari Arun. Alternatif solusinya, pengiriman gas ke luar negeri harus dikurangi atau dijadwal ulang, atau mencari tambahan pasokan dari pasar spot.
Menurut Ari sudah ada penawaran dari produsen LNG di Timur Tengah, yaitu Qatar dan Oman, namun hingga sekarang belum ada konfirmasi. "Sehingga kami juga mencari sumber lainnya," ujarnya.
Impor satu kargo gas alam cair dilakukan setelah para pembeli menolak mengurangi atau menjadwal ulang komitmen ekspor gas untuk pengiriman tahun ini.
Muhamad Fasabeni
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|