|
Ekbis
Pemerintah Pastikan Penuhi Suplai Gas Pabrik Pupuk
Rabu, 13 April 2005 | 14:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah akan kembali membicarakan soal suplai gas ke pabrik Pupuk Iskandar Muda dan Asean Aceh Fertilizer yang tersendat. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sugiharto mengatakan, pembicaraan akan dilakukan dengan manajemen Pertamina. "Hari ini saya akan rapat dengan direktur utama Pertamina," kata Sugiharto kepada pers di Kompleks Istana.
Sugiharto mengatakan, hingga saat ini suplai gas baru adalah sebanyak tiga kontainer dari 12 kontainer yang disepakati. Sisanya sembilan kontainer merupakan tanggung jawab Pertamina dan BP Migas. "Saya ingin
memastikan kebutuhan gas pada April dan Mei ini bisa dipenuhi," kata dia. Menurutnya, suplai ini sudah disepakati dalam rapat koordinasi dengan menteri koordinator Perekonomian.
Sugi mengatakan, tersendatnya suplai gas karena perbedaan harga antara pembeli dengan penjual. Ia mengatakan, untuk mampu membeli gas itu, PIM dan
AAF bisa membeli gas pada harga komersial dengan syarat diizinkan mengekspor sebagian pupuk yang dihasilkan. Dengan begitu, pendapatan hasil ekspor bisa menutupi pembayaran harga gas. "Menteri Perdagangan dan Perindustrian sudah memberikan izin eskpor," kata dia.
Senada dengan Sugiharto, secara terpisah, Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie mengatakan, PIM dan AAF bisa membeli pada harga komersial. Syaratnya, sekitar 60-70 persen produksi kedua pabrik pupuk itu akan diekspor.
Budi Riza
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|