Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

APEGTI Minta Daerah Dilibatkan Impor Gula
Kamis, 14 April 2005 | 02:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Asosiasi Pengusaha Gula dan Tepung Terigu (APEGTI) meminta daerah dilibatkan dalam impor gula. "Kepentingan daerah perlu diakomodasi dalam kebijakan gula," kata Natsir Mansyur, Ketua Umum APEGTI, kemarin (13/4), di kantor Kadin Jakarta Selatan.

Sejak impor gula dipegang oleh empat importir terdaftar yang ditunjuk Departemen Perdagangan, daerah tidak pernah dilibatkan dalam kebijakan pergulaan. APEGTI menilai tata niaga gula yang dikuasi empat importir terdaftar, yaitu PT Perkebunan Nusantara IX, X, XI, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), merupakan monopoli impor gula.

Kebijakan tata niaga ini menyebabkan pengusaha daerah tidak dapat melakukan impor gula secara langsung. Karena itu mereka meminta kembali dilibatklan dalam impor gula.

Selain keterlibatan impor gula, APEGTI juga meminta struktur Dewan Gula Nasional (DGI) diubah. Mereka menilai struktur DGI saat ini tidak dapat menyelesaikan masalah gula terutama di daerah. Selain itu kebijakan DGI mengenai impor, perdagangan dan distribusi dalam negeri dinilai menimbulkan banyak masalah.

Oleh karena itu APEGTI mengusulkan pembentukan Komite Perdagangan Gula Nasional dan Provinsi. Komite ini akan menggantikan tugas-tugas DGI. ”Komite di masing-masing provinsi yang akan menghitung kebutuhan dan persediaan gula di setiap daerah, dan mereka merekomendasikan alokasi pada DGI,” jelas Natsir.

Keanggotaan Komite, kata Natsir, terdiri dari DPD APEGTI, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kadin Daerah, Bea Cukai, bahkan kepolisian.

Sutarto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Tumpukan gula pasir impor dari Thailand di pelabuhan Belawan, Medan. [TEMPO/ Robin Ong; 31D/281/2000; 20001114]. Seorang pria mengangkat sekarung gula putih impor dari Thailand di pelabuhan Belawan, Medan. [TEMPO/ Robin Ong; 31D/281/2000; 20001114].<br>Dimuat majalah TEMPO 20020224-100
Gula Pasir Impor
Gula Impor
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menteri Pertanian Setujui Dua Pabrik Gula Impor Gula Mentah
Volume Impor Gula Kasar Ditetapkan Pekan Ini
Sampoerna Bersedia Dirikan Tiga Pabrik Gula Besar di Papua
DPRD Persoalkan Masuknya Ribuan Ton Gula Impor
Gula Impor Menyerbu Sumatera Selatan
Kota Tangerang dan Angkasa Pura Berselisih Soal Parkir Terminal Kargo
Wali Kota Tangerang Siapkan Gugatan Situ Cipondoh
Pemerintah Evaluasi Tender Gula Impor Tahap II
PT PN IX Tak Yakin Operasi Pasar Mampu Turunkan Harga Gula
17 Anggota DPR Ajukan Hak Angket Kasus Gula Ilegal
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No.7 Thn.1996 Tentang Perlindungan Pangan
Kepres RI No. 63 Thn.2003 Tentang Dewan Gula Indonesia

Website

Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI
Departemen Pertanian


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data