Hari Ini Indeks Dikhawatirkan Melemah

Jum'at, 15 April 2005 | 10:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) dikhawatirkan melemah hari ini. "Keberhasilan pemerintah menjual obligasinya tidak direspon baik oleh pasar," kata analis Sinar Mas Sekuritas Alfiansyah kepada Tempo, Jumat (15/4).

Respon negatif ini ditunjukkan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar pada sesi pembukaan pagi ini. Selain itu, bursa regional seperti Dow Jones dan Nikkei pun jeblok. Indeks diperkirakan bergerak pada level 1.100-1.119.

Karena itu saham blue chip yang seharusnya secara teknis bisa dibeli hari ini, hanya direkomendasikan buy on weakness saja. Sebelumnya, saham-saham blue chip sudah mengalami posisi jenuh jual (over sold).

Saham yang direkomendasikan untuk buy on weakness antara lain saham BMRI (Bank Mandiri (Persero)) pada level Rp 1.660, saham BBRI (Bank Rakyat Indonesia) pada level Rp 2.900, dan saham GGRM (Gudang Garam) pada level Rp 15.500.

Saham lain yang juga direkomendasikan untuk buy on weakness antara lain BNGA (Bank Niaga), NISP (Bank NISP), JIHD (Jakarta International Hotel & Development), TLKM (Telekomunikasi Indonesia), ASII (Astra Internasional), SMRA (Summarecon Agung), DUTI (Duta Pertiwi), dan CTRS (Ciputra Surya).

Untuk rekeomendasi aksi jual, Alfiansyah merekomendasikan saham INCO (International Nickel Indonesia), PTBA (Tambang Batubara Bukit Asam), UNVR (Unilever Indonesia).

Saham HMSP (HM Sampoerna) tertahan di level Rp 10.300. Karenanya, saham HMSP lebih baik ditahan dulu. Begitu juga dengan saham BBCA (Bank Central Asia) dan ISAT (Indosat), lebih baik ditahan dulu. Investor baru bisa beli saham BBCA pada saat mencapai level Rp 4.000. Fanny Febiana






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: