Pemerintah Segera Rampungkan Cetak Biru Asuransi Indonesia

Selasa, 19 April 2005 | 18:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah tengah menggodok cetak biru arsitektur asuransi Indonesia. Menurut Menteri Keuangan Jusuf Anwar, pemerintah telah meminta masukan dari kalangan dunia asuransi soal ini. Ke depan, pemerintah akan mengarahkan asuransi tidak hanya mengurusi tugas utamanya dalam melakukan penjaminan, tapi juga berinvestasi jangka panjang seperti pada proyek infrastruktur.

"Potensi industri asuransi kita besar dengan 158 perusahaan," kata Jusuf dalam jumpa pers bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla seusai pembukaan Kongres Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia di kantor wakil presiden, Selasa (19/4).

Industri asuransi dan dana pensiun, ujar Jusuf, memiliki peran besar dalam menyuplai pendanaan bagi proyek yang bersifat jangka menengah dan panjang. Ini karena sifat jangka waktu dana yang dikumpulkannya sesuai dengan jenis proyek seperti ini.

Sebaliknya, proyek menengah dan jangka panjang seperti infrastruktur tidak dapat mengandalkan perbankan yang sifat pendanaannya jangka pendek. Saat ini, lanjut dia, kecenderungan masyarakat menginvestasikan dananya di perbankan. Pada 2003, jumlah dana jangka pendek di perbankan mencapai lebih dari 90 persen total dana.

Sementara itu, Kalla mengatakan, industri asuransi harus mampu mengelola kepercayaan masyarakat dengan baik agar bisa mengumpulkan dana. Ia meminta para pelaku industri untuk tidak mengembangkan kebiasaan menghindar ketika terjadi klaim.

Ia sendiri mengaku pernah memiliki pengalaman yang seperti ini. "Begitu tidak aman maka hilanglah kepercayaan itu," kata dia. Ia juga menegaskan pemerintah selaku regulator akan bersikap tegas dalam melakukan pengawasan terhadap industri asuransi. Budi Riza






Komentar Anda

Kirim