Penjualan Saham Pemerintah di Bank Niaga Raih Rp 222 Miliar
Kamis, 21 April 2005 | 02:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Seluruh sisa saham pemerintah pada Bank Niaga sebesar 5,22 persen telah habis terjual, Rabu (20/4), pukul 12.00 WIB. Dari hasil penjualan itu diperoleh keuntungan sebesar Rp 222 miliar.
"Dengan ini saham pemerintah tidak ada lagi, sudah habis," kata Direktur Utama (Dirut) PT Perusahaan Pengelola Aseet (PPA) Mohammad Syahrial di Departemen Keuangan, Jakarta, Rabu (20/4).
Seluruh saham dapat terjual seharga Rp 540, premium di atas harga pasar, yang berarti pula Rp 30 di atas harga pasar. Harga sebelumnya hanya mencapai Rp 510. "Jadi kurang lebih lima sampai enam persen premium kepada market," ujar Syahrial.
Syahrial mengatakan, dari seluruh pembeli saham tersebut, mayoritas dilakukan investor asing sekitar 85 persen. Sementara lokal hanya 15 persen dengan mayoritas perusahaan retail. "Pembeli terbanyak dikuasai Commerce (Commerce Asset Holding Berhard), sampai 60 persen," ujarnya.
Dengan terjualnya seluruh saham Bank Niaga tersebut, kata Syahrial, menunjukkan kondisi Bank Niaga masih signifikan dan baik. "Jadi nilai strategisnya saya rasa terefleksi dengan baik. Otomatis performance dari Bank Niaga masih baik," paparnya.
Seperti diketahui, dalam rangka membiayai defisit anggaran 2005, pemerintah melepas seluruh saham yang ada pada Bank Niaga sebesar 5,2 persen. Penjualan seluruh saham tersebut juga ditujukan untuk melepaskan fungsi kepemilikan pemerintah pada Bank Niaga, sehingga pemerintah dapat menjalankan fungsi regulator secara penuh.
Penjualan saham dilakukan melalui mekanisme pasar. Pembentukan harga (book buliding) sendiri sudah berlaku sejak Selasa (19/4) pukul 17.00 WIB dan berakhir pada Rabu (20/4) pukul 12.00 WIB.
suryani ika sari





