Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Indonesia Menerima Hibah US$ 500 Juta
Selasa, 26 April 2005 | 02:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia menerima hibah sebesar US$ 500 Juta, setara dengan Rp 4,82 triliun) dari negara-negara donor. Hibah diperuntukan khusus untuk Aceh-Sumatera Utara, akan dikelola oleh Bank Dunia melalui mekanisme dana perwalian multi donor (multi donors trust fund).

Penandatanganan Nota Kesepahaman Pembentukan Multi Donor Trust Fund dilakukan di Departemen Keuangan pada Senin, 25 April 2005 oleh Pemerintah RI (diwakili Menkeu dan Menneg PPN/Ka. Bappenas), Dubes negara donor (Belanda, Norwegia, Swedia, Denmark), perwakilan Bank Dunia dan perwakilan Asian Development Bank (ADB).

Menyoal peran Bank Dunia sebagai pengelola dana hibah, Menteri Keuangan Jusuf Anwar menjelaskan bahwa dana hibah tetap akan masuk dalam APBN. "Dana itu on budget,"ujarnya. Jusuf menambahkan bahwa dana yang terkumpul nantinya diharap bisa lebih besar dari US$ 500 juta. "Negara lain bisa ikut serta setiap saat,"katanya.

Senada dengan Jusuf, Menneg PPN/Kepala Bappenas, Sri Mulyani menyatakan bahwa donor yang akan berpartisipasi dalam dana perwalian akan segera bertambah. "Saat ini baru lima, tapi diharapkan donor yang berpartisipasi maupun dana yang bisa dikumpulkan segera bertambah, terlebih bila mekanisme ini dianggap efektif dalam penyaluran dan pengelolaan dana rehabilitasi dan rekonstruksi,"ujarnya.

Menurut Sri Mulyani, pemerintah dan Bank Dunia akan berusaha sekuat tenaga untuk memastikan tiadanya penyelewengan dan penyalahgunaan dana hibah ini. "Sistemnya akan kita buat bersama,"ujarnya.

Mekanisme dana perwalian, akan berlangsung selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung di Aceh dan Sumut. "Sesuai Perpu, Badan pelaksana (Bapel) akan bekerja selama 4 tahun. Tapi, itu tidak berarti dana ini harus habis dalam 4 tahun,"katanya. Menurut Sri Mulyani, pengucuran dana akan tetap dilakukan berdasarkan rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah dibuat. "Dana akan di channel ke APBN. Tapi eksekusi pengucuran dana akan tergantung pada Bapel. Bapel yang akan membuat detil dari rencana induk dan membuat prioritas program atau proyek yang akan dilakukan Dalam waktu dekat, Presiden akan mengumumkan pengurusnya,"katanya.

Thoso Priharnowo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Wakil Presiden Bank Dunia, Gautam S Kaji (tengah) diwawancara wartawan di Departemen Keuangan, Jakarta, 1993. [TEMPO/ Rully Kesuma; 16D/317/1993; 20020730].
Gautam S Kaji

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Audit Bantuan Kemanusian Aceh Akan Gunakan Sistem Terbaik
Laporan Pemerintah Tentang Tsunami Belum Selesai
Malnutrisi Balita Pengungsi Aceh Sama Dengan Non Pengungsi
Kayu Impor Untuk Aceh Harus Dikoordinasikan Dengan Menhut
Dana Block Grant Tak Boleh Diubah Fungsi
Jackie Chan "Beraksi" di Kantor Presiden
Presiden Bentuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh dan Nias
Fase Rekonstruksi Aceh Dan Nias Akan Bersamaan
Pemerintah Tidak Berkeberatan Swasta Beli Saham KPC
Peraturan Tentang Rehabilitasi Aceh Disahkan Hari Ini
> selengkapnya...


Referensi

Utang Makin Menumpuk, CGI Jalan Terus

Website

International Monetary Fund
Asian Development Bank


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data