close

Semen Palsu Tiga Roda Turunkan Citra Merek Itu

Rabu, 27 April 2005 | 15:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) mengkhawatirkan rusaknya citra (brand image) semen Tiga Roda akibat ditemukannya kasus pemalsuan semen Tiga Roda di Bogor pada Maret 2004 yang merambat ke berbagai wilayah.
"Brand image kami akan terganggu. Buktinya orang-orang sudah mulai ragu-ragu. Sampai di satu distributor tertulis, di sini tidak jual semen palsu. Ini satu indikasi dampak terhadap konsumen,"ujar Public and General Affairs Manager, Alexander Frans kepada wartawan Rabu (27/4).

Pemalsuan semen dengan modus mengisi ulang kantong semen bekas dengan semen produksi pabrik lain, modus dioplos atau mengurangi volume sebanyak 5 kg, menurut Frans, makin menjamur. Meski pemalsuan itu prosentasenya hanya kecil dari kapasitas produksi Indocement sebesar 15,6 juta ton per tahun namun pemalsuan ini potensial menurunkan citra Indocement. "Kualitas semen produk lain itu lebih rendah sementara kami sudah mengantongi ISO 14001. Kami tidak ingin kepercayaan konsumen jadi turun dan nama kami jadi rusak,"ujar Human Resources Director Iwa Kartiwa.

Saat ini perusahaan dengan utilitas (penggunaan produksi) 9 juta ton di dalam negeri dan 1,5-2 juta ton di luar negeri, menurut Frans, sudah menemukan 5 kasus di mana 2 sudah diputus dan 3 masih proses P.21 di Kejaksaan. Kelima kasus itu ditemukan di Kabupaten Bogor, Kotamadya Bogor dan Cikarang Bekasi.

Namun, produsen yang akan menaikkan harga 10-15 persen itu telah mengidentifikasi 5-10 kasus lagi di Depok, Cirebon dan luar Jawa. "Juga ada indikasi di Lombok yang masuk dari pelabuhan. Ini akan kami kejar terus,"ujar Frans.

Badriah

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan