Mobile-8 Keluhkan Operator Unlock
Kamis, 28 April 2005 | 11:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mobile-8 Telecom mengeluhkan adanya praktek operator unlock pada ponsel Samsung SCH-N356 yang dijual bersama paket perdana FrenSip. Operator unlock menyebabkan ponsel Samsung yang seharusnya dikunci untuk nomor seluler Fren, dapat diganti dengan nomor operator CDMA lainnya.
Praktek ini, kata Direktur Mobile-8 Zen Smith, jelas-jelas merugikan Mobile-8 yang telah memberikan subsidi sangat besar terhadap ponsel Samsung tersebut. “Padahal program FrenSip, yang dijual seharga Rp 388 ribu per paket, ditujukan untuk masyarakat menengah bawah,” kata dia Kamis, (27/4)
Zen menengarai operator unlock dilakukan oleh segelintir orang di pusat penjualan ponsel dengan menggunakan piranti lunak yang didatangkan dari luar negeri. “Kalau dibiarkan terus, ini akan menjadi preseden buruk bagi persaingan telekomunikasi di Indonesia,” tukasnya.
Tidak cuma merugikan operator, sambung Zen, kejadian ini juga akan merugikan konsumen. Sebab ponsel yang telah diutak-atik tersebut cenderung mempunyai sistem yang tidak stabil dan garansinya otomatis hilang.
Direktur Samsung Indonesia Lee Kang Hyun mengaku terkejut dengan peristiwa ini. Karena selama menjalin kerja sama serupa dengan beberapa operator lain di dunia, Samsung tidak pernah menemui kasus operator unlock. “Ternyata pasar Indonesia berbeda, ini jadi bahan introspeksi buat kami,” kata dia.
Dari sisi hukum, ujar Lee, Mobile-8 dan Samsung terus melakukan berbagai upaya untuk menjerat para pelaku tindak kejahatan hak atas kekayaan intelektual ini. “Penegakan hukum di Indonesia penting sekali agar iklim investasi semakin bergairah,” ungkapnya.
efri ritonga





