Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonom: Bunga SBI yang Diharapkan Pasar 9 Persen
Kamis, 28 April 2005 | 13:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekonom Kepala PT Bank Mandiri Tbk. (persero) Martin H. Panggabean, mengatakan bahwa saat ini pasar mengharapkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebesar sembilan persen. Hal ini disebabkan karena pasar obligasi hingga saat ini masih mengalami instabilitas.

"Instabilitas terjadi saat harga dipasar memberikan sinyal yang tidak masuk akal,\" kata Martin kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/4). Harga yang terbentuk secara tidak wajar ini membuat ekspektasi pasar menjadi bergejolak.

Suku bunga SBI sebesar sembilan persen yang diharapkan oleh pasar, kata dia, diperoleh dari perhitungan beberapa obligasi yang likuid setelah dikurangi penyesuaian jangka pendek (shorterm adjustment).

Menurut Martin, instabilitas dipasar obligasi terkait beberapa hal antara lain, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), reaksi Bank Indonesia yang bertabrakan, dan pelaksanaan aturan penetapan nilai aktiva bersih reksa dana berdasarkan nilai pasar (marked to market .

Namun, Martin menegaskan, sinyal Bank Indonesia saat ini sudah jelas. "Bank Indonesia bersedia menaikan suku bunga dan masuk ke pasar untuk menstabilkan pasar," kata dia. Karenanya, menurut dia, tindakan bank sentral masuk ke pasar untuk menstabilkan harga dianggap sebagai tindakan yang tepat.

fanny febiana



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kenaikan Suku Bunga SBI Dinilai Terlalu Tinggi
BNI Belum Berencana Naikkan Suku Bunga
SBI Tetap Dipertahankan
BI Tunda Kenaikan Suku Bunga SBI
Perbankan Simpan Likuiditas Untuk Keperluan Puasa dan Hari Raya
Kenaikan Bunga The Fed Tak Pengaruhi SBI
BI Buka Opsi Kenaikan Suku Bunga
BI Naikkan Suku Bunga Secara Bertahap
BI Akan Naikan Giro Wajib Minimum
FASBI Akan Serap Dana Pembayaran Obligasi Negara
> selengkapnya...


Website

Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Suara NU ke Pasangan Karsa, Perempuan ke Kaji
Pasangan Karsa Langsung Lakukan Konsolidasi
Industri Mulai Geser Hari Kerja
Pemerintah Siapkan Dana Cadangan untuk PLN
Industri Gugat PLN Jika Tarif Dinaikkan

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data