ADB: Harga Minyak Masih Jadi Ancaman Terbesar

Jum'at, 06 Mei 2005 | 22:26 WIB

TEMPO Interaktif, Istanbul:Presiden Asian development Bank (ADB) Haruhiko Kuroda memperingatkan, harga minyak dunia yang cenderung terus melambung tetap menjadi ancaman berbahaya bagi negara-negara Asia.

"Tantangan terbesar adalah tingginya harga minyak itu," kata Kuroda di Istanbul kemarin seperti dikutip AFP. Kuroda ditanyai sejumlah wartawan apa yang bisa mengancam pertumbuhan ekonomi Asia.

Bahkan negara seperti Malaysia yang menjadi negara pengekspor minyak pun, kata Kuroda, bisa menghadapi hal yang sama.

"Jika tingginya harga minyak itu masih terus berlanjut dalam satu atau dua tahun ini, akan memberikan dampak terhadap prospek pertumbuhan ekonomi banyak negara di kawasan Asia, termasuk Malaysia," katanya.

Seperti dikutip Bloomberg hari ini (sampai berita ini diturunkan), harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman Juni naik US$ 63 sen atau 1,2 persen menjadi US$ 51,46 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Sedangkan harga minyak Brent di London naik US$ 45 sen menjadi US$ 51,59 per barel.

Sehari sebelumnya, harga minyak untuk kontrak pengiriman Juni naik 1,4 persen menjadi US$ 50,83 per barel. Ini merupakan harga penutupan tertinggi sejak 28 April.

Berdasarkan survei yang dilakukan Bloomberg, para analis masih menyakini bahwa harga minyak mentah dunia cenderung untuk turun daripada naik pekan ini. Ketersediaan pasokan di Amerika Serikat meningkatkan kepercayaan pasar.

Grace S. Gandhi






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: