close

Pebisnis Amerika Serikat Siap Investasi ke Indonesia

Kamis, 26 Mei 2005 | 22:04 WIB

TEMPO Interaktif, Washington:Sejumlah perusahaan papan atas Amerika Serikat siap mengembangkan sayap bisnisnya di Indonesia.

Philip Morris International Inc. yang baru saja mengakuisisi PT HM Sampoerna bahkan berencana melakukan ekspansi di luar sektor tembakau, di antaranya ke industri makanan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam lawatannya di Washington, DC, Amerika Serikat, Rabu (25/5) pagi waktu setempat mengadakan pertemuan dengan sejumlah pemimpin perusahaan AS terkemuka.

Mereka adalah chairman Caterpillar Inc. James Owen, Presiden dan CEO AES Paul Hanrahan, Wakil Presiden Altria Corporation Donald Nelson, Wakil Presiden dan CEO Merrill Lynch Jerome P. Kerney, serta CEO Paiton Energy Ronald P. Landry. Malam harinya, Presiden berpidato di podium Kamar Dagang AS.

Kamis (26/5) hari ini, Presiden dijadwalkan bertemu dengan tiga pemimpin perusahaan tambang AS yang beroperasi di Indonesia, yakni Presiden ExxonMobil, CEO ConocoPhillips, dan Presiden Komisaris Freeport McMoran James R. Moffett.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, dari pertemuan itu, Philip Morris menyampaikan rencana ekspansinya ke sektor makanan. "Mereka kan punya Kraft, Nabisco. Mereka mulai melihat Indonesia secara optimistis," katanya kepada wartawan Tempo Karaniya Dharmasaputra di Washington.

Menurut Ketua Komite Pemulihan Ekonomi Nasional Sofjan Wanandi, yang ikut mendampingi Presiden, Caterpillar juga secara eksplisit menyatakan bahwa sekarang saatnya mereka untuk masuk. Bahkan Indonesia akan dijadikan basis bisnisnya di Asia.

Tanggapan positif juga datang dari CEO AES. Adanya upaya pemberantasan korupsi membuat perusahaan energi yang berinvestasi di 27 negara ini mempertimbangkan kembali masuk ke Indonesia. CEO Merrill Lynch juga mengapresiasi tindakan tegas pemerintah dalam kasus Bank Mandiri.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan