PLN Keluhkan Penjatahan BBM
Rabu, 22 Juni 2005 | 19:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Pembangkitan dan Energi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ali Herman Ibrahim mengeluhkan adanya pembatasan bahan bakar minyak (BBM) pada angkutan batubara yang memasok ke pembangkit. Akibat pembatasan BBM pada angkutan batubara ini berpotensi menghambat suplai listrik.
"Sekarang ini angkutan untuk batubara yang ke Suralaya (PLTU Suralaya berkapasitas 3.212 megawatt) saja dijatah hingga 50 persen dari kebutuhan, ini berpotensi mengalami hambatan," kata Ali di Gedung DPR Jakarta, Rabu (22/6).
Mengenai pasokan BBM ke pembangkit PLTU Tambak Lorok, menurutnya, mencukupi sampai 10 hari ke depan. PLTGU berkapasitas 1.000 megawatt ini semula mengalami kehabisan BBM pada Rabu (22/6). Namun mulai Selasa lalu telah dipasok sebanyak 35 ribu ton BBM.
Disamping suplai ke PLTU Tambak Lorok, Pertamina juga telah mensuplai PLTGU Grati sebanyak 25 ribu ton. Ali menyatakan PLN tetap harus melakukan penghematan BBM agar pembangkit dapat dioperasikan lebih lama. "Mestinya sih cuma lima hari, tapi kita menghemat dan digunakan malam saja," katanya.
muhamad fasabeni





