Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Minta Stok BBM Ditingkatkan
Jum'at, 24 Juni 2005 | 00:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta stok bahan bakar minyak (BBM) nasional ditingkatkan secara bertahap, dari 17,2 hari menjadi 18,5 hari dan kembali ke stok normal 22 hari.

Dalam sidang kabinet di Kantor Presiden yang dihadiri seluruh menteri, Presiden juga meminta kajian secara spesifik bagaimana penghematan energi di sektor-sektor komersiil, transportasi, dan rumah tangga.

"Presiden juga mengatakan, jangan sampai upaya melakukan penghematan itu mengganggu kegiatan ekonomi," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro dalam jumpa pers usai sidang kabinet. Sidang kabinet berlangsung sejak pukul 19.30 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 23.35.

Menurut Purnomo, Presiden juga meminta aparat dan Pertamina memperlancar distribusi BBM dan memberantas upaya-upaya pengoplosan BBM.

Direktur Utama PT Pertamina (persero) Widya Purnama menambahkan, untuk meningkatkan stok BBM nasional dari 17,2 hari menjadi 18,5 hari, Pertamina membutuhkan dana US$ 170 juta.

Pada kesempatan terpisah, Pertamina mengatakan, akan menambah impor bahan bakar minyak untuk meningkatkan stok nasional menjadi 20 hari. Peningkatan stok ini dilakukan untuk menghindari kelangkaan BBM.

Kepala Divisi BBM Pertamina Achmad Faisal menjelaskan, tambahan impor minyak itu akan diambil dari kontrak pengiriman minyak Juli. Pertamina akan negosiasi agar kontrak pengiriman Juli diajukan Juni. "Kalaupun tidak bisa dinegosiasikan lagi, Pertamina akan membelinya dari pasar spot," kata Achmad.

Menurut dia, stok saat ini rata-rata 18 hari. Stok nasional untuk minyak tanah masih tinggi sekitar 24 hari. Namun, BBM jenis premium dan solar tinggal 14 hari. Sebelumnya karena kondisi keuangan, Pertamina hanya menjaga stok pada kisaran 17 hingga 18 hari. "Tapi agar tidak terjadi kelangkaan akan kami tambah," jelasnya.

Awal pekan ini, Pertamina mengumumkan stok BBM dalam kondisi kritis, terutama premium tinggal 12,7 hari. Akibat menipisnya stok BBM ini, PLN Senin (20/6) melakukan pemadaman bergiliran di sebagian wilayah Jawa dan Bali karena salah satu pembangkitnya di Grati, Pasuruan, Jawa Timur tidak mendapat pasokan BBM.

Pemerintah pun menghimbau masyarakat untuk menghemat BBM dan listrik. Terhadap himbauan ini, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi mengatakan, pemerintah seharusnya lebih dulu mengaudit total manajemen Pertamina yang sangat tertutup. Hingga detik ini, Pertamina tidak pernah transparan berapa sebenarnya biaya pokok pembuatan BBM. "Bisa jadi sumber penyebab kelangkaan BBM akibat amburadulnya manajemen Pertamina. Tidak fair kalau ini ditimpakan ke konsumen," kata Tulus dalam siaran persnya.

Untuk melakukan penghematan BBM, tambah dia, pejabat pemerintah----termasuk Presiden dan Wakil Presiden----harus memberikan contoh konkrit misalnya ke kantor naik kendaraan umum.

"Di Belanda, pejabat pemerintah di sana sudah biasa menggunakan kendaraan umum saat ke kantor. Bahkan beberapa menteri di Belanda naik sepeda onthel," katanya.

Budi Riza/Muhamad Fasabeni/Grace – Tempo




Dari Arsip Majalah TEMPO
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Memuntir Harga Minyak Impor | 21 Maret 2005
Tak Minyak, Arang pun Jadi | 21 Maret 2005
Tidak Akan Transparan | 14 Maret 2005
Penggarong Kayu Layak Dipancung | 07 Maret 2005
Adu Tangguh untuk Siapa | 07 Maret 2005
Di Luar Kontrol Pemerintah | 07 Maret 2005
Neraca atau Manajemen Bobrok | 07 Maret 2005
Minyak | 07 Maret 2005
Menanti di Ambang Tak Terjangkau | 21 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan  harga BBM dengan poster bertuliskan  BBM naik, harga-harga melambung, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425]. Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan harga BBM dengan spanduk bertuliskan  Tolak kenaikan BBM, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dirut Pertamina: Stok Premium Kritis
Wapres: BBM Langka Karena Kapal Terambat
30 SPBU Curang, 13 Disegel
BBM Langka, Stok di Bawah 20 Hari
TNI Bongkar Tempat Penimbunan BBM di Cilegon
Subsidi untuk Pertamina Dicairkan Hari Ini
Pemerintah Kaji Upaya Turunkan Impor Minyak
Polisi Klaten Tangkap Penjual Solar Ilegal
Menteri: Perbatasan Singapura Rawan Penyelundupan
Presiden Yudhoyono Bantah Pernyataan Megawati
> selengkapnya...


Referensi

Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data