Harga Minyak Naik, Industri Plastik Kelimpungan

Rabu, 10 Agustus 2005 | 02:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Industri plastik akan terpukul dengan kenaikan harga minyak mentah yang mencapai rekor baru US$ 64 per barel. Kenaikan minyak mentah ini akan menyebabkan harga bahan baku plastik juga mengalami kenaikan juga. "Namun, kenaikan bahan baku ini tidak linear dengan kenaikan minyak mentah,"kata Sekretaris Jenderal Industri Plastik (Inaplas), Budi Susanto.

Harga bahan baku untuk plastik, menurut Budi, juga dipengaruhi suplai bahan baku di pasaran dan daya beli masyarakat. Sebagai gambaran, bulan lalu harga bahan baku plastik berupa polyprophylene di pasaran turun dari US$. 1.300 per metrik ton menjadi US$. 1.200 per metrik ton. "Karena ada pasokan baru dari Cina sebesar 1 juta ton per tahun,"ujarnya. Padahal, harga minyak mentah dunia sudah diatas US$. 54 per barel.

Namun, untuk bahan baku plastik berupa ethylene mengalami kenaikan US$. 100 per metrik ton. Sebelumnya harga US$. 900 per metrik ton menjadi US$. 1.000 per metrik ton. Saat ini harganya berkisar US$. 980 per metrik ton.

Kenaikan harga bahan baku plastik, menurut Budi akan diikuti kenaikan harga jual plastik. Pengaruh lebih lanjut, target penjualan plastik tahun ini sebesar 2.450.000 ton tidak akan tercapai. Tahun lalu, penjualan plastik, mencapai 2.350.000 ton.

Menurut Budi, industri kantong plastik yang paling terkena kenaikan harga bahan baku. "Karena marginnya kecil. Industri bahan baku plastik, yang mengolah ethylene dan prophylene menjadi bahan baku plastik juga terkena,"katanya.

Inaplas tidak bisa memprediksi berapa kenaikan bahan baku plastik dan harga jual plastik jika minyak menyentuh harga US$. 70 per barel.

Sutarto






Komentar Anda

Kirim