Menteri: BTN Tidak Dijual Sebelum Digabung
Rabu, 10 Agustus 2005 | 12:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Tabungan Negara (BTN) tidak akan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) sebelum digabung dengan bank BUMN lainnya. Menurut Menteri Negara BUMN Sugiharto, hasil IPO BTN terlalu kecil bagi pemerintah.
"20 persen dari BTN sekarang sedikit sekali, kayak isap permen buat pemerintah," kata Sugiharto kepada wartawan, Jakarta, Rabu (10/8). Sugiharto tidak ingin jika perusahaan belum besar dan harga sahamnya rendah untuk dijual. "Nanti akan menyesal," tambahnya.
Sugiharto menegaskan, penggabungan BTN dengan bank pemerintah lainnya bertujuan untuk meningkat kemampuan modal BTN dalam menjalankan program pembangunan satu juta rumah dalam waktu lima tahun. "Pemerintah dan APBN tidak menyediakan tambahan modal untuk BTN, karena itu kita harus cari dari pasar," ujarnya.
Sugiharto tidak memastikan apakah BNI adalah pilihan yang paling tepat untuk digabung dengan BTN. Menurutnya, BNI hanya salah satu pilihan penggabungan dengan BTN. "Banyak bank BUMN lain yang besar dan punya kemampuan untuk menambah modal," ujarnya.
Sugiharto sendiri tidak menolak atau menepis usulan Direktur Utama BNI Sigit Pramono untuk menggabungkan Bank Mandiri, BNI, dan BTN. "Whatever skenarionya. Karena tetap harus konsultasi dengan BI. Karena yang paling tahu kecukupan, kewajaran, dan kesehatan bank pemerintah adalah Bank Indonesia," ujarnya.
tito sianipar





