Minyak Dunia Naik, Biaya produksi Ikut Naik
Jum'at, 12 Agustus 2005 | 13:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kenaikan Bahan Bakar Minyak, yang hari ini telah menembus harga US $ 66 per barel, mempengaruhi biaya produksi PT Semen Gresik Tbk, sebesar tiga persen. "Seluruh bahan bakar proses produksi di Semen Gresik Grup telah menggunakan batu bara, sedangkan peralatan digerakkan oleh listrik dari PLN. Solar hanya dipakai untuk tranportasi,"kata Direktur Utama Semen Gresik, Dwi Soetjipto di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat (12/8).
Kenaikan BBM, menurut Dwi, tidak lantas menurunkan permintaan pasar. Pertumbuhan produksi semen nasional tahun ini mencapai 9 hingga 10 persen. "Semen Gresik juga akan mengejar pertumbuhan yang sama dengan
pertumbuhan nasional,"katanya.
Dwi berharap, ada kenaikan harga untuk menekan penambahan biaya tadi. Namun, itu semua bergantung pada kondisi pasar. "Lagi pula, kami pihaknya telah menaikkan harga produksinya sebesar enam persen tahun ini,"katanya.
Langkah lain yang akan dilakukan Semen Gresik untuk mningkatkan laba adalah efisiensi energi dan bahan dengan menghindari beban puncak, optimalisasi produksi dan struktur pendanaan. Semen Gresik juga akan melakukan sinergi di bidang pemasaran, produksi, pengadaan dan persediaan, keuangan, teknologi informasi, sumber daya manusia dan organisasi, serta di bidang penelitian dan pengembangan.
PT Semen Gresik Tbk, yang memiliki dua anak perusahaan ; Semen Padang dan Semen Tonasa, pada semester pertama tahun 2005 ini memperoleh laba bersih Rp 321 miliar. Meningkat 75 persen dibanding laba semester pertama tahun 2004 lalu sebesar 184 miliar. Total produksi ketiga pabrik ini mencapai sekitar 19 juta ton per tahun.
Semen Gresik berencana membangun pabrik baru dalam 3-4 tahun mendatang dengan produksi mencapai 2,5 juta ton per tahun. "Alokasi dananya mencapai Rp 3 triliun. Tapi itu semua tergantung lokasi, masih kami pelajari,"kata Dwi.
Dana sekitar Rp 1 triliun, diperoleh dari internal perusahaan. Sisanya, dari fund raising, akan diperoleh lewat penjualan obligasi, ekspor kredit, dan pinjaman.
Semen Gresik Grup tanggal 18 Agustus nanti akan melakukan pembicaraan sehubungan dengan pembagian lokasi pemasaran masing-masing pabrik. "Hal ini untuk menghindari overlap. Misalnya, produk Semen Padang ada di Jawa Tengah. Padahal di situ ada Semen Gresik,"kata Dwi.
Suliyanti Pakpahan




Komentar Anda :