Lombok Timur Tinggalkan Sektor Pertanian
Selasa, 16 Agustus 2005 | 17:31 WIB
TEMPO Interaktif, Lombok: Pemerintah kabupaten Lombok Timur memprioritaskan sektor industri dalam pembangunan ekonomi.
Bupati Lombok Timur Ali bin Dahlan menjelaskan, pihaknya sudah menganggarkan dana puluhan miliar rupiah untuk mendorong pertumbuhan industri.
Prioritas ini diambil lantaran sektor pertanian kurang memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah. "Sekitar 40 persen kepala keluarga di Lombok Timur memiliki lahan pertanian dengan luas kurang dari 0,5 hektare," kata Ali kepada pers, Selasa (16/8).
Pemda Lombok Timur berencana mengajak para pengusaha menjalin kemitraan dengan para petani tembakau Lombok Timur untuk mendirikan pabrik.
Tembakau merupakan satu komoditas terbesar yang dihasilkan para petani Lombok Timur. Sebagian petani menjalin kemitraan dengan para pengusaha, seperti PT HM Sampoerna Tbk.
Kabupaten Lombok Timur memiliki penduduk sekitar 1, 07 juta jiwa. Tahun lalu, pendapatan asli daerah (PAD) Lombok Timur hanya Rp 28 miliar. Dari PAD tersebut, kontribusi pertanian tembakau kurang dari 5 persen atau sekitar Rp 1 miliar.
Khairunnisa





