Walaupun Naik PLN Masih Gunakan LPG

Rabu, 17 Agustus 2005 | 16:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) tetap akan mengoperasikan pembangkit yang berbahan bakar liquified petroleum gas (LPG) meskipun Pertamina berencana menaikkan harga jual LPG hingga 20 persen. Karena penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar LPG ini bertujuan untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak.

Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN, Ali Herman Ibrahim, menyatakan tetap mengoperasikan pembangkit LPG karena negara diuntungkan jika PLN menggunakan LPG. "Kalau kami impor BBM (untuk pembangkit) masih lebih tinggi dibanding pakai LPG yang diproduksi di dalam negeri,"kata Ali usai upacara hari kemerdekaan Republik Indonesia (17/8).

PT Pertamina (persero) akan menaikkan harga liquified petroleum gas (LPG), akhir tahun ini. Kenaikan harga kemungkinan mencapai 20 persen disesuaikan dengan harga pasar. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ari Sumarno menyatakan perseroan sedang mempertimbangkan waktu yang tepat untuk menaikkan harga.

Sebelum ada rencana kenaikan harga LPG, Ali pernah menjelaskan penggunaan LPG dapat menghemat penggunaan bahan bakar minyak dan mengurangi biaya produksi listrik. Perhitungannya, harga LPG lebih murah yaitu US$ 380 per ton atau sekitar Rp 3.600 per kilogram , dibandingkan high solar diesel bahan bakar pembangkit saat ini yang mencapai Rp 4.800 per liter. Kelebihan lainnya LPG bisa menghasilkan kalori yang lebih tinggi.

Menurut Deputi Direktur Energi Primer PLN, Tonny Agus Mulyantono dengan kenaikan harga LPG, PLN akan kembali melakukan kajian harga LPG. PLN pernah menghitung penggunaan LPG lebih hemat Rp. 1950 per liter dibanding memakai BBM, "Tapi saat ini kami masih fokus mencari pasokan LPG dulu,"katanya.

Menurut Tonny, PLN bersama Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas masih mencari pasokan LPG untuk pembangkit. "Kemungkinan ada satu lapangan gas Kaji di Sumatera Selatan yang dapat memasok ke PLN," katanya.

Lapangan gas Kaji milik perusahaan minyak dan gas Medco ini bisa mensuplai PLN sekitar 30 ton LPG. Jika PLN memperoleh pasokan gas dipastikan akhir tahun ini pembangkit berbahan bakar LPG mulai beroperasi.

Perusahaan Listrik Negara sedang merencanakan penggunaan LPG secara bertahap untuk 12 pembangkit yang sebelumnya menggunakan Bahan Bakar Minyak. Penggunaan LPG ini hanya sampai tahun 2008, setelah 3 pembangkit baru PLN yang berbahan bakar batu bara dan gas beroperasi maka pemakaian LPG dihentikan.

Muhamad Fasabeni






Komentar Anda

Kirim