PLN Akan Memakai Gas Buang
Jum'at, 19 Agustus 2005 | 17:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan memanfaatkan gas buang yang dihasilan dari pengeboran minyak di sumur Mudi, Tuban, Jawa Timur. PLN sudah meneken kesepakatannya dengan operator blok Tuban sebesar 5-7 juta kaki kubik per hari.
Pemakaian gas ini akan dimulai enam bulan mendatang. "Selama 3-4 tahun," kata Direktur Pembangkitan Energi Primer Departemen Energi Ali Herman Ibrahim usai meneken perjanjian penjualan gas, Jumat (19/8) siang.
Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Purnomo Yusgiantoro menjelaskan pemakaian gas yang tak terpakai akibat pengeboran minyak oleh operator di suatu lapangan minyak bukan kali pertama ini dilakukan.
Proyek ini sudah dimulai sejak 1980. Pada 1990 operator-operator lapangan minyak yang mempunyai gas di sumurnya tapi tak dimanfaatkan mulai menjual gas sisa pengeboran minyak itu.
Lapangan minyak yang sudah menjual gas buangnya antara lain lapangan Kaji, Sumatera Selatan, Kilang Balik Papan dan Gebang di Sumatera Utara.
Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie menambahkan saat ini ada 200-300 lapangan gas yang gas buangnya bisa dimanfaatkan pembangkit listrik. Dengan demikian, energi listrik akan dipasok melalui sumber energi alternatif, setelah cadangan minyak tergerus.
Pemakaian gas buang bisa menghemat Rp 8,9 miliar sebulan dibanding jika memakai solar. Pemerintah akan terus mengembangkan pemakaian energi alternatif.
Indonesia, kata Aburizal, akan meniru Brazil yang telah memakai biodiesel dan bioethanol sebagai sumber energinya. "Mudah-mudahan ini jadi langkah awal pemakaian energi alternatif," katanya.
Muhammad Fasabeni





