Presiden Minta Pembangunan SUTET Dipercepat

Senin, 22 Agustus 2005 | 15:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta penyelesaian pembangunan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) jalur selatan dipercepat. SUTET berkapasitas 500 kilovolt (KV) yang sedang dibangun di beberapa lokasi, kini mengalami hambatan menyangkut masalah sosial.

Hal ini dikemukakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro, usai rapat terbatas di kantor presiden. Rapat dipimpin Presiden dan dihadiri juga oleh Menteri Negara BUMN Sugiharto, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Kapolri Jenderal Sutanto, Kepala BIN Syamsir Siregar dan Dirut PLN Eddie Widiono.

Percepatan penyelesaian transmisi itu sebagai salah satu langkah pemerintah mengatasi gangguan pemadaman listrik di waktu mendatang. Mereka juga melaporkan hasil investigasi sementara mengenai penyebab pemadaman listrik di sebagian Jawa-Bali 18 Agustus lalu.

Ada dua jalur transmisi 500 kilovolt yang diminta Presiden untuk dipercepat penyelesaiannya. Pertama, adalah jalur transmisi dari Muara Tawar menuju Tawang, dan kedua adalah jalur transmisi dari Tasikmalaya menuju Cibinong.

Selain itu, ada beberapa titik, antara lain di Klaten dan Bantul yang juga belum bisa dialiri transmisi 500 kilovolt karena masih mengalami hambatan. "Kalau itu bisa diselesaikan, maka risiko terjadinya gangguan seperti tanggal 18 Agustus lalu dapat dikurangi," ujar Purnomo.

Jika tidak ada hambatan, seperti pembebasan lahan, menurut Purnomo, transmisi tersebut sebenarnya dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan mendatang.

dimas adityo






Komentar Anda

Kirim