Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Siapkan Dua Skema Kenaikan Harga BBM
Selasa, 06 September 2005 | 02:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah mengajukan dua skema kenaikan harga bahan bakar minyak. Skema ini, menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, dapat berubah bergantung pada kondisi sosial politik.

"Skenario pengurangan subsidi BBM ada dua, yaitu bertahap dan langsung," kata Purnomo dalam rapat dengar pendapat dengan anggota Komisi VII (Energi) DPR, Senin (5/9).

Kenaikan secara bertahap, Purnomo menjelaskan, memiliki dua pola yakni kenaikan dari waktu ke waktu menuju harga pasar dan menggunakan automatic price adjusment menuju harga pasar. "Jadi otomatis naik pada waktu tertentu," ujarnya. Menurut Purnomo, pola kedua itu pernah diterapkan pada 2002, yakni kenaikan harga minyak dilakukan setiap bulan mengikuti kenaikan harga minyak dunia.

Skema kedua, kata Purnomo, kenaikan langsung menuju harga pasar untuk jenis BBM tertentu. Saat ini ada jenis bahan bakar yang persentasenya sudah cukup dekat dengan harga keekonomian, seperti premium dan solar.

Purnomo menambahkan dalam menentukan subsidi harga ini dibuat enam tahapan. Tahap pertama semua jenis BBM masih disubsidi, kedua Avtur dan Avgas dilepas sesuai harga pasar. Tahap ketiga minyak bakar, minyak diesel, minyak tanah, dan solar industri juga menyesuaikan dengan harga pasar. "Saat ini 2005 sudah pada tahap ke tiga," kata Purnomo.

Subsidi 2006, yang merupakan tahap keempat, masih tetap diberikan namun sudah berkurang. Rencananya hanya diberikan untuk minyak tanah rumah tangga, premium untuk angkutan pribadi, umum serta transportasi. Jenis BBM lainnya yang masih disubsidi solar untuk angkutan pribadi, umum, transportasi dan kapal penangkap ikan.

Tahap kelima 2007, menurut Purnomo, BBM yang disubsidi hanya minyak tanah. "Tahap keenam kami belum tahu persis tahap selanjutnya kapan, semua tidak ada yang disubsidi, kami katakan bisa 2017, bisa dua tahun atau tiga tahun, tergantung dinamika perkembangan sosial politik," tandasnya. Muhamad Fasabeni

Dari Arsip Majalah TEMPO
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 04 April 2005
Berbelok di Tikungan Akhir | 28 Maret 2005
DPR Tidak Serius | 28 Maret 2005
Minyak Panas di Gedung Parlemen | 21 Maret 2005
Memuntir Harga Minyak Impor | 21 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Kaum Miskin Ketinggalan | 21 Maret 2005
Tak Minyak, Arang pun Jadi | 21 Maret 2005
Tidak Akan Transparan | 14 Maret 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan  harga BBM dengan poster bertuliskan  BBM naik, harga-harga melambung, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425]. Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan harga BBM dengan spanduk bertuliskan  Tolak kenaikan BBM, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Skenario Kenaikan BBM ke DPR 5 September
Kepala Bappenas : Tersendatnya Penyaluran Kompensasi Karena DPR
Golkar Desak Pemerintah Naikkan Harga BBM
Boleh Dibagi, Asal Aturannya Jelas
Aceh Minta Kaji Ulang Beban Subsidi BBM
Menteri Energi Minta Penjelasan Pertamina Soal Participating Interest Cepu
Pabrik Tekstil Jateng Terancam Gulung Tikar
DPR : BBM Boleh Naik, Jika Minyak Dunia Capai 70 US $/barel
Subsidi BBM 2005 Kemungkinan Lewati Rp 100 Triliun
Sensus Keluarga Miskin Selesai Oktober
> selengkapnya...


Referensi

Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Todung Mulya Lubis Pesta Ulang Tahun Ke-59
Tak Ada Minyak Mentah Di Antapani
Walikota Cirebon Tolak Cairkan Gaji ke 13
Polisi Ringkus Pembuat Uang Palsu
Klinik HIV/AIDS untuk Napi Banceuy

<< September,2005>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data