Delapan Gerbong Bekas dari Jepang Tiba di Jakarta
Selasa, 13 September 2005 | 17:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Kereta Api membeli delapan gerbong kereta bekas dari Jepang senilai Rp 5,76 miliar. Kereta jenis Tokyu Seri 8000 itu diproduksi pada 1971 (4 buah), 1975 (2 buah), dan 1980 (2 buah).
"Kereta diperkirakan masih dapat dipakai untuk masa 10 tahun mendatang," kata Kepala Divisi Kereta Api Jabodetabek Rachmadi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta , Selasa (13/9).
Meski bekas, kata Rachmadi, kereta masih dalam kondisi baik. Kereta ini, menurut dia, masih beroperasi di Jepang. "Operasi terakhir sebulan sebelum pemberangkatan," kata Rachmadi. Daya tampung Tokyu Seri 8000 adalah 250 orang per gerbong.
Kereta akan digunakan untuk pelayanan Expres jurusan Jabodetabek. Saat ini, Express menyumbang 35 persen dari pendapatan PT KA. Rencananya akan dioperasikan pada 28 September 2005. "Bertepatan dengan ulang tahun PT KA," kata Rachmadi.
Kereta api dikirim dari Pelabuhan Kawasaki, Jepang, pada 31 Agustus 2005 dengan menggunakan kapal barang Friendly Sky dengan bendera Panama. Kereta diturunkan di Pelabuhan Tanjung Priok pada pukul 15.00 dan langsung dibawa ke depo Bukit Duri dengan menggunakan kereta penarik.
Menurut Dachlan, Kepala Seksi Sarana Divisi Jabotabek, Tokyu Seri 8000 termasuk kereta api kelas dua. Di Jepang, jenis ini mulai dikurangi karena kurang efisien dalam penggunaan listrik.
Saat ini PT KA memiliki 250 kereta api yang beroperasi. Sebanyak 190 kereta api berasal dari Jepang, dan sisanya dari berbagai negara seperti Belanda dan Belgia.
Pembelian dilakukan dengan dana investasi PT KA. Pendapatan PT KA yang berasal dari penjualan karcis sampai dengan Agustus 2005 sebanyak Rp 120 miliar. Akhir tahun ditargetkan diperoleh Rp 180 miliar. Sebelumnya, PT KA telah mengimpor delapan gerbong bekas pada 2004 jenis JR 103.
PT KA sampai saat ini belum memapu membeli kereta api baru, sehingga mengimpor kereta bekas. Harga satu gerbong baru Rp 11 miliar. Yuliawati





