Data Jumlah Keluarga Miskin Melonjak

Senin, 26 September 2005 | 19:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Jumlah keluarga miskin melonjak, lebih besar daripada perkiraan awal Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sri Mulyani Indrawati, pemerintah sejak awal menyatakan hanya menyediakan anggaran untuk 15,5 juta keluarga.

"Pencacahan memang sampai 15,7 juta keluarga, tapi tidak semuanya masuk," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan itu di Jakarta, Senin (26/9).

Sri Mulyani mengatakan sampai saat ini pemerintah hanya akan memberikan kartu keluarga miskin penerima kompensasi kenaikan harga BBM sebanyak 15,5 juta keluarga. Jatah masing-masing keluarga Rp 100 ribu.

Artinya, dari 15,7 juta keluarga hasil pendataan BPS akan ada sekitar 200 ribu keluarga yang akan didrop dari basis data. "Kriteria BPS menjadi dasar skoring keluarga yang tingkat kemiskinannya paling parah sampai yang kurang miskin mendekati rangking ke 15,5 juta," kata Sri Mulyani.

Namun, Sri Mulyani membantah jika pemerintah akan mencoret keluarga yang tidak masuk pagu awal jumlah keluarga yang akan memperoleh kompensasi tahap pertama Oktober tahun ini. Menurutnya, pemerintah masih akan mencari mekanisme yang memungkinkan untuk mereka, termasuk kompensasi bagi keluarga yang ditengarai miskin tetapi belum di data BPS.

Menurut Sri Mulyani, pasti ada perbedaan antara data BPS dan realitas di lapangan karenanya pemerintah akan terus melakukan penyempurnaan data. Agus Supriyanto






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: