Para Rektor Minta Kenaikan Harga BBM Setelah Lebaran

Rabu, 28 September 2005 | 19:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta mengusulkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar kenaikan harga bahan bakar minyak dilakukan setelah Lebaran. Para rektor menganggap 1 Oktober bukan saat yang tepat untuk menaikkan harga, karena masyarakat menghadapi bulan puasa.

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Sofyan Effendi menyatakan hal itu seusai bertemu dengan Presiden Yudhoyono di Istana Negara, Rabu (28/9). Hadir 190 orang perwakilan Forum Rektor Indonesia (FRI), Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, dan Majelis Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia.

Menurut Sofyan, para rektor sangat memahami perlunya pemerintah mengurangi subsidi BBM dengan menaikkan harga. Namun, kata dia, "Pemerintah harus selalu mempertimbangkan pandangan ekonomis dan resiko politiknya."

Para rektor menganggap, harga-harga akan naik menjelang bulan puasa meski tanpa kenaikan harga BBM.

Dalam kesempatan itu, para rektor juga mengusulkan kepada presiden agar meningkatkan harga dasar gabah untuk meningkatkan daya tahan petani. Mereka menolak rencana pemerintah mengimpor beras, saat para petani di Tanah Air justru sedang menghadapi panen raya.

Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi di tempat yang sama mengatakan, rencana mengimpor beras bukan untuk memengaruhi harga. Namun, kata dia, untuk persediaan agar tidak sampai terjadi kekurangan.

Presiden, kata Sudi, telah memerintahkan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie untuk mengkaji usulan-usulan yang dikemukakan para rektor tersebut. Dimas

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: