Subsidi Tunai untuk Keluarga Miskin Hanya Setahun

Jum'at, 30 September 2005 | 21:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah hanya akan memberikan subsidi langsung tunai kepada keluarga miskin selama setahun. Pemerintah akan mengevaluasi pengucurannya itu pada akhir 2006 dan kemudian mengalihkan pada program lain yang bisa meningkatkan lapangan pekerjaan.

Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie saat menerima perwakilan sejumlah mahasiswa menyatakan, pemerintah berjanji akan terus melanjutkan program kompensasi kenaikan harga BBM untuk program pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur perdesaan.

?Namun, untuk program subsidi langsung secara tunai, yang saat ini dialokasikan Rp 100 ribu per keluarga per bulan untuk 15,5 juta keluarga, akan dihentikan. "Akhir 2006 kami tinjau kembali," kata Ical.

Menurutnya, pemerintah memberikan subsidi langsung tunai dalam jangka pendek karena hanya untuk mengurangi kejutan dari kenaikan harga BBM.

Pertemuan Aburizal dan mahasiswa se-Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi yang tergabung dalam Lingkar Mahasiswa Jakarta Raya itu berlangsung di lantai 4, Departemen Keuangan. Hadir juga Menko Kesra Alwi Shihab, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, dan Menteri Tenaga Kerja Fahmi Idris.

"Kami minta kenaikan BBM ditunda karena rakyat belum siap," kata Presiden Mahasiswa Pergururan Tinggi Ilmu Al-Quran Asep. Menurutnya, keputusan pemerintah menaikkan harga BBM dalam waktu dekat akan sangat membebani rakyat.

Menjawab permintaan itu, Aburizal dengan diplomatis mengatakan: "Semua masukan sudah kami dapat. Kami akan sampaikan dalam sidang kabinet terbatas malam ini (Jumat malam)." Agus Supriyanto






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: