IMF Anggap Presiden "Berani" dan "Bijaksana"

Rabu, 05 Oktober 2005 | 18:57 WIB

TEMPO Interaktif, Singapura: Dana Moneter Internasional, atau IMF, menyambut baik keputusan Presiden Yudhoyono untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak. IMF menyebut keputusan pemerintah untuk menaikkan harga minyak hingga 100 persen itu ?berani dan bijaksana?.

"Mempertahankan subsisi bahan bakar minyak akan merusak negara dalam jangka panjang," kepala ekonomi IMF, Raghuram Rajan, kepada wartawan Singapura, Rabu (5/10).

Meski di dalam negeri disambut protes besar-besaran, IMF menilai keputusan Presiden akan meningkatkan kepercayaan investor kepada Indonesia. "Subsidi akan membebani fiskal, yang menjadi perhatian investor domestik maupun internasional," kata Rajan.

Rajan juga mendesak negara-negara lain melakukan hal serupa. Namun, ia mengingatkan agar pengurangan subsidi disesuaikan dan dijelaskan dengan baik kepada publik.

Deputi Direktur IMF Asia Wanda Tseng di tempat yang sama menyatakan bahwa subsidi tidak lagi bisa dilakukan karena sudah mencapai seperempat dari total pengeluaran pemerintah. "Problemnya adalah semakin lama pengurangan subsidi dilakukan, semakin tinggi gunung yang harus Anda (konsumen) lewati," katanya.

Tseng mengakui, terlalu dini untuk menghitung dampak kenaikan harga BBM itu dengan perekonomian. Namun, ia menambahkan, bahwa keputusan itu akan meningkatkan kepercayaan investor. AFP






Komentar Anda

Kirim