Kenaikan BI Rate dan SBI Sebabkan Kredit Seret

Kamis, 06 Oktober 2005 | 15:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Berdasarkan analisis Bank Indonesia, kenaikan patokan Bank Indonesia (BI Rate) dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebanyak 100 basis poin menjadi 11 persen akan berakibat pada kenaikan rasio kredit seret (NPL) dan menurunnya keuntungan bank. Namun,kondisi tersebut tidak mengkhawatirkan karena sektor perbankan memiliki ketahanan yang cukup tinggi.

Direktur Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Halim Alamsyah menyatakan, kenaikan SBI akan berakibat pada menurunnya pemberian kredit, terutama kredit konsumsi. "Tapi gejala perlambatan ini hanya sementara, selama bank bisa meningkatkan efisiensi dan pengelolaan yang baik,bank akan bertahan,"ujar Halim di Jakarta.

BI mencatat, rasio kredit macet perbankan kini mencatat NPL nett 5 persen dan NPL gross sekitar 8,9 persen. "Ini akumulasi dan akan turun jika kondisinya membaik,"ujar Halim. Menurutnya, kenaikan NPL masih dalam batas-batas yang bisa dikendalikan apalagi dengan kondisi rasio kecukupan modal (CAR) perbankan saat ini, yang mencapai rata-rata 19 persen dan rasio penyaluran kredit (LDR) 54,5 persen.

Astri Wahyuni






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: