KPR Syariah Bersubsidi Diluncurkan
Jum'at, 21 Oktober 2005 | 17:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kementerian Negara Perumahan Rakyat hari ini (21/10) meluncurkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi berbasis syariah. Subsidi pemerintah dalam fasilitas ini meliputi kepemilikan rumah, pembangunan atau perbaikan rumah secara swadaya, dan subsidi uang muka.
?Terkait dengan dual banking system yang dianut, yaitu perbankan konvensional dan perbankan syariah, maka pemerintah berupaya mengembangkan sistem pembiayaan kepemilikan rumah bersubsidi dengan prinsip syariah,? ujar Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Asy'ari di Jakarta, Jumat (21/10).
Sistem syariah dipilih, menurut dia, ditujukan untuk menyediakan pilihan bagi masyarakat luas dalam memperoleh rumah sehat sederhana (RSH). ?Ibaratnya kita memperbanyak alternatif jenis dagangan di toko,? katanya.
Pada hari ini juga ditandatangani nota kesepakatan antara Kementerian Negara Perumahan Rakyat dengan PT Bank Syariah Mandiri Tbk (BSM) dan Bank Tabungan Negara Syariah (BTN Syariah) untuk memasarkan sebanyak 300 unit rumah sederhana sehat bagi masyarakat berpenghasilan rendah tahun ini. Sebanyak 200 unit akan dipasarkan BTN Syariah, dan 100 unit lainnya akan dipasarkan BSM.
Tahun depan, akan ditandatangani nota kesepakatan KPR Syariah Bersubsidi antara Kementerian Perumahan Rakyat dengan bank dan beberapa unit usaha syariah, yaitu Bank Muamalat Indonesia, Bank Negara Indonesia Syariah, Bank Rakyat Indonesia Syariah, Danamon Syariah, Bukopin Syariah, Niaga Syariah, Permata Syariah, BII Syariah dan Jawa Barat Syariah.
rr. ariyani
Topik :
- komentar tentang kpr syariah yang bersubsidi
jika kita melihat keadaan perekonmian di indonesia sekarang ini yang kaya semakin kaya yang miskin malah semakin sengsara.. dala jumlah penduduk di indonesia semakin bertambah setiap tahunnya.. dan banyak sekali masyarakat yang belum mempunyai tempat tinggal yang tetap maka denga adanya KPR Syariah yang bersubsidi diharapkan kehidupan rakyat indonesia ini semakin maju dalam roda perekonomiannya, karena akan meringnakan beban nasyarakat yang kurang mampu. makasih..
Pengirim : riana di depok






Komentar Anda :