Presiden Jelaskan Kenaikan Harga BBM kepada Parlemen Dunia
Minggu, 23 Oktober 2005 | 20:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Indonesia menyambut baik rencana negara-negara yang tergabung dalam G-8 untuk menghapus 100 persen utang 38 negara termiskin di Afrika dan di negara lainnya.
"Ini merupakan bentuk kerjasama global untuk membangun solidaritas yang kita perlukan pada tahun-tahun terakhir ini," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, pada pidato melalui telekonfrensi di depan peserta Konferensi Jaringan Parlemen Dunia ke-6 yang berlangsung di Helsinki, Finlandia, Minggu (22/10).
Kepada seluruh peserta dan juga Wakil Presiden Bank Dunia Ian Goldin yang hadir pada acara tersebut, Presiden Yudhoyono menyampaikan langkah-langkah yang telah ditempuh Indonesia untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium atau Millenium Development Goals (MDGs).
Beberapa langkah tersebut di antaranya menghapus subsidi bahan bakar minyak yang selama ini dinikmati orang kaya untuk selanjutnya dananya diberikan kepada masyarakat miskin.
"Naiknya harga minyak dunia menjadi 60 dolar per barel menyebabkan pemerintah Indonesia harus mengeluarkan dana sebesar 14 miliar dolar untuk subsidi, jumlah ini hampir seperempat dari jumlah anggaran yang dimiliki negara," kata Presiden.
Karena itu, Presiden mengaku menghapus subsidi dan mengalihkannya untuk pendidikan, pembangunan sekolah, fasilitas kesehatan, dan program lainnya untuk membantu masyarakat miskin.
Langkah lain yang telah dilakukan pemerintah Indonesia yaitu menciptakan perdamaian di Aceh yang difasilitasi Mantan Presiden Finlandia Marti Athasari. "Saat ini kontak senjata telah berhenti di Aceh. Anggota Gerakan Aceh Merdeka telah turun dari gunung dan menyerahkan senjata mereka untuk dimusnahkan, ini merupakan kesempatan untuk membangun hidup baru yang damai," papar Presiden.
Pada kesempatan ini Presiden Yudhoyono juga menyampaikan harapannya agar masyarakat dunia membentuk mitra kerja global untuk pembangunan. Terutama masalah keuangan dan akses perdagangan agar negara-negara berkembang dapat mencapai pemerintahan yang bagus, bersih dari korupsi, dan dapat menciptakan efisiensi dalam penggunaan sumber daya alam yang terbatas dan dapat membuat rencana strategis yang tepat.
Ian Goldin dari Helsinki mendukung pernyataan Presiden Yudhoyono. Dia menilai Presiden Yudhoyono telah berhasil menangani masalah Indonesia dengan baik.
"Anda telah menunjukkan kejelasan tujuan dan komitmen secara solidaritas global dan menyelesaikan masalah global seperti flu burung," katanya. Sunariah





