Ketua DPR: Subsidi Langsung Bukan Solusi yang Baik

Senin, 24 Oktober 2005 | 12:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua DPR Agung Laksono menilai, model pemberian subsidi langsung tunai yang sekarang dijadikan program pemerintah tidak akan menciptakan perbaikan bagi pemberdayaan masyarakat.

"Model ini bukan solusi yang baik untuk menyelesaikan masalah kemiskinan di negeri ini," katanya dalam pidato Rapat Paripurn DPR pembukaan masa sidang di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin.

Pemimpin DPR, kata Agung, berharap model subsidi langsung tunai yang diberikan kepada keluarga miskin, sebagai dampak pengurangan subsidi bahan bakar minyak tidak diberikan dalam jangka panjang.

Dikatakannya, penciptaan lapangan kerja justru yang diperlukan oleh masyarakat miskin untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Ia berpendapat, untuk jangka panjang pemerintah sebaiknya membuat program padat karya sebagai ganti subsidi langsung tunai.

Agung mengatakan, pemimpin DPR menghendaki dilanjutkannya program Inpres Desa Tertinggal (IDT) yang dulu pernah dilakukan oleh pemerintah. Program itu mencakup 28 ribu desa dan kini baru tertangani kurang dari separuhnya.

Di samping itu, pemerintah juga perlu mengambil langkah untuk memberikan kredit murah kepada para nelayan agar mereka dapat kembali melaut sehubungan dengan tingginya harga solar. TNR






Komentar Anda

Kirim