Suku Bunga Perbankan Pengaruhi PLN Bangun Pembangkit Baru
Kamis, 27 Oktober 2005 | 11:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Suku bunga perbankan yang meningkat mencapai 18 persen membuat PLN menjadwal ulang pembangunan pembangkit skala kecil non BBM sebesar 1.200 megawatt. Sebab, saat pelaksanaan tender proyek pembangkit suku bunga perbankan masih 12 persen, sehingga perlu ada penyesuaian.
Direktur Utama PLN, Eddie Widiono mengatakan, PLN menghadapi masalah pelik dengan adanya perubahan suku bunga bank. “Mereka minta penyesuaian harga karena saat tender bunga bank hanya 12 persen,” kata dia seusai peringatan hari listrik nasional ke-60 di kantor PLN Pusat, Kamis (27/10).
Eddie menyatakan masih terus mencari jalan agar 1.200 megawatt pembangkit skala kecil yang tersebar di luar Jawa dapat tetap dibangun. “Masih dinegosiasikan karena ada rambu-rambu yang harus diperhatikan,” tambahnya. Menurut dia, PLN akan berkonsultasi dengan pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro, dalam kesempatan yang sama membenarkan kesulitan yang dialami PLN. Ia menegaskan akan membahas masalah tersebut dan berharap dapat diselesaikan sebelum lebaran. “Skenario dasarnya sudah ada di PLN, nanti kami kembangkan,” ujarnya.
Pembangkit skala kecil sebesar 1.200 megawatt yang akan dibangun PLN ini tersebar di Palu, Ternate, Tidore, Sampit, dan Ambon. Rata-rata kapasitas pembangkit antara 6 megawatt, 15 megawatt, dan 25 megawatt. Tahapannya tidak ada butir-butir kesepakatan yang siap ditandatangani.
Bila sesuai jadwal sebesar 700 megawatt itu selesai dinegosiasikan sebelum bulan Desember 2005, sedangkan 200 megawatt selesai dinegosiasikan pada triwulan pertama 2006, sisanya 300 megawatt selesai negosiasi pada triwulan kedua. Muhamad Fasabeni
Topik :






Komentar Anda :