Pemerintah Akui Lambatnya Pertumbuhan Ekonomi
Selasa, 22 November 2005 | 23:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mengakui pertumbuhan ekonomi 2005 dibawah target/sasaran. "Memang ada perlambatan. Dan itu memang sudah kami perkirakan," kata Kepala Badan Pengkajian Ekonomi Keuangan dan Kerjasama Internasional Departemen Keuangan Anggito Abimanyu di DPR RI Jakarta.
Menurut Anggito, salah satu penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi pada 2005 karena minimnya investasi, pencairan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran yang terlambat dan ketidakstabilan makro. "Khususnya nilai tukar. Karena barang modal menjadi lebih mahal karena impor. Ekspor dan impor juga memegang peranan yang penting,"katanya.
Meski pertumbuhan ekonomi terus melambat, Anggito optimis pertumbuhan ekonomi tidak jauh dari sasaran atau target pada 2005 yakni enam persen. "Memang akan di bawah target 2005. Tapi masih ada di kisaran 5,5-5,8 persen,"ujarnya.
Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menurut Anggito, terdapat beberapa kunci yang bisa digunakan pemerintah. Yakni efisiensi dari alokasi anggaran, ketenangan situasi makro. Sehingga inflasi bisa turun dan kurs stabil. "Jika itu tercapai, 2006 kita bisa rebound,"katanya.
Dari hasil laporan Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi year on year menunjukkan trend yang melambat. Pada triwulan I/2005, pertumbuhan ekonomi year on year 6,12 persen, triwulan II/2005 year on year 5,84 persen dan triwulan III/2005 year on year 5,34 persen.
Bahkan diperkirakan pada triwulan IV/2005 laju pertumbuhan ekonomi akan terus melambat. "Triwulan keempat akan terus terjadi pengurangan pertumbuhan,"kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Slamet Sutomo.
Sebelumnya, Meneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati juga pesimis target pertumbuhan ekonomi 2005 akan tercapai. Menurutntya, pertumbuhan ekonomi hanya akan berada pada kisaran 5,5 persen. Atau sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah. "Kalau 5,7 persen, kita harus berusaha keras,"katanya.
Suryani Ika Sari





