|
Laba Bersih Bakrie Tergerus Utang Lama
Rabu, 23 November 2005 | 23:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Laba bersih PT Bakrie & Brother akhir tahun 2005 diperkirakan akan tergerus sekitar Rp 200 miliar dari posisi triwulan ketiga 2005 Rp 479,4 miliar. "Kami proyeksikan laba bersih akhir tahun Rp 270 miliar,"kata Direktur keuangan Bakrie & Brothers, Yuanita Rohali di Jakarta.
tergerusnya laba itu karena perseroan berencana membayar kembali utang-utangnya dan menjual beberapa aset (divestasi) dan sebuah anak perusahaannya yang dianggap kurang produktif. "Tujuannya untuk penyehatan neraca keuangan jangka panjang,"kata Yuanita. Tanpa divestasi itu, laba bersih hingga akhir tahun diperkirakan akan bertambah sekitar Rp 50 miliar.
Penambahan itu dengan memperhitungkan perkiraan pendapatan sebelum pajak dan depresiasi (earning before tax and depresiation) Rp 400 miliar. Saat ini berada di posisi Rp 314,1 miliar. Yuanita memproyeksikan, tahun 2006 akan meningkat 60 persen menjadi sekitar Rp 650 miliar.
Direktur utama Bakrie & Brother, Bobby Gafur S Umar, optimis bisa memenuhi target tersebut karena saat ini telah menandatangani beberapa tender proyek infrastruktur. Diantaranya proyek pipa gas bawah laut Labuhan Maringgai - Muara Bekasi dengan PT perusahaan Gas Negara Tbk yang akan terelaisasi semester pertama tahun depan dengan nilai kontrak USD 84,2 juta. Bakrie, melalui anak perusahaannya, South East Asia Pipe Industries (SEAPI) mengambil bagian USD 65,8 juta. Juga kontrak, sebagai kontraktor dan pemasok pipa gas milik Kondur petroleum S.A senilai USD 400 juta, dengan Indogas.
Tahun ini, perseroan menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure) Rp 550 miliar. Hingga 30 September, dana telah digunakan Rp 325 miliar. Sisa dana, sebagian besar merupakan anggaran untuk PT Bakrie Telecom.
Sedangkan tahun 2006 nanti, Bakrie berencana belanja modal Rp 1 triliun. Rp 750 miliar dari dana itu akan diserap oleh Bakrie Telecom, Rp 200 miliar oleh Bakrie Sumatera Plantation, dan sisanya untuk anak perusahaan Bakrie yang bergerak di bidang infrastruktur. Dana capex diperoleh lewat penerbitan saham Bakrie Telecom awal Januari 2006.
Suliyanti Pakpahan
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Pembangunan Apartemen Rasuna Said, Kuningan, Jakarta tahun 1994 [Rully Kesuma / Dok. TEMPO; 22d/391/94; 2000/08/22].](/hg/photostock/2004/12/27/s_22d39102_high_thumb.jpg) |
![Renovasi gedung Balai Sidang Jakarta, 1992. [TEMPO/ Rully Kesuma; 10D/195/1992; 20031128].](/hg/photostock/2004/12/17/s_10D19503_high_thumb.jpg) |
|
|
| Renovasi Balai Sidang Jakarta
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|