Pertamina Akan Naikkan Harga Gas Dalam Tabung
Kamis, 24 November 2005 | 17:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Pertamina akan menaikkan harga jual gas dalam tabung menjadi Rp 6.000 per kilogram pada awal tahun depan. Langkah itu dilakukan karena Pertamina terus mengalami kerugian dengan menjual Rp 4.250 per kilogram.
Asisten Manajer Pemasaran Elpiji (gas dalam tabung) Pertamina Rasidi Hasyim mengatakan kerugian Pertamina disebabkan harga minyak mentah yang tetap tinggi hingga akhir tahun ini. "Dalam bulan September saja kerugian Pertamina mencapai Rp 27 miliar," ujarnya kepada wartawan di Anyer, Kamis (24/11).
Menurutnya, harga gas dalam tabung di pasar luar negeri saat ini mencapai Rp 6.200 per kilogram, sehingga Pertamina mengalami kerugian hingga Rp 900 miliar per tahun. "Kemungkinan harga gas dalam tabung akan dinaikan hingga Rp 6.000 sehingga ada keuntungan Rp 200 untuk Pertamina," ujarnya.
Rasidi menambahkan, untuk menghindari kelangkaan gas dalam tabung, maka Pertamina akan menyediakan tempat penyimpanan di Tanjung Uban, Jawa Timur. "Kapasitasnya bisa menyimpan untuk 15 hari. Kebutuhan satu hari sekitar 3.500 metrik ton gas dalam tabung," ujarnya.
muhamad fasabeni




Komentar Anda :