Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bank India Masuk Pasar Indonesia
Senin, 28 November 2005 | 05:47 WIB

TEMPO Interaktif, Mumbai:Bank terbesar di India, State Bank of India (SBI) telah menguasai mayoritas (76 persen) saham PT Bank Indomonex awal November lalu.

Ini merupakan akuisisi ke tiga tahun ini, setelah sebelumnya SBI mengakuisisi Indian Ocean International Bank di Mauritius dan Giro Commercial Bank di Kenya.

PT Bank Indomonex merupakan bank nasional berskala kecil yang memiliki tujuh cabang tersebar di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Fokus bisnisnya di bidang pembiayaan perdagangan dan sektor ritel,termasuk kredit perumahan dan konsumer. Namun, SBI tidak mempermasalahkan besarnya aset bank tersebut.

Menurut Direktur Utama SBI, A.K Purwar, akuisisi menjadi pilihan, karena biaya operasional untuk mendirikan bank baru di Indonesia mencapai US$ 300 juta. "Harga akuisisi kami jauh di bawah itu, jadi kami mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan," kata Purwar seperti dikutip Financial Express India.

Ia optimis, kemampuan dan pengalaman SBI yang tinggi di berbagai aspek perbankan, akan relevan dengan pasar Indonesia. Dengan memasuki pasar Indonesia, SBI berharap dapat memantapkan diri di wilayah ASEAN,terutama Singapura yang dinilai memiliki sinergi yang kuat dengan Indonesia.

Selain itu, masuknya India ke bisnis perbankan Indonesia diharapkan dapat memberikan keuntungan tidak hanya bagi komunitas masyarakat India, tapi juga mampu menjadi fasilitator bagi pertumbuhan perdagangan dan investasi. "Ini merupakan pastisipasi India, bagi kemakmuran Indonesia," kata dia.

Purwar mengatakan, ketertarikan SBI mengakuisisi Bank Indomonex muncul setelah pemerintah Indonesia mengumumkan akan menjual saham dari tiga bank nasional, yakni Bank Negara Indonesai (BNI), Bank rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri. "Akuisisi ini langkah awal untuk memasuki Indonesia," ujar Purwar.

Selain itu, SBI melihat adanya peningkatan jumlah perusahaan India yang akan mengembangkan bisnisnya ke Indonesia. The Economic Times/Asia Times/Astri Wahyuni

Dari Arsip Majalah TEMPO
Kalau Tanri Punya Mimpi  | 31 Mei 1999
Rasionalisasi Demi Bank Mandiri?  | 05 Januari 1999


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mitra Adiperkasa Akuisisi Merek Ngetop
BNI Batal Akusisi BTN
Direksi BTN Ancam Mundur Bila Diakuisisi
Danareksa Menjadi Penasihat Keuangan Akuisisi BTN
Aneka Tambang Tunjuk HSBC Jadi Penasihat Keuangan
BNI Serahkan Surat Izin Akuisisi BTN ke BI
Menteri: BTN Tidak Dijual Sebelum Digabung
REI Minta Dilibatkan Dalam Akuisisi BTN
Bapepam Serahkan Kasus Danamon ke BI
Commerce International Akuisisi GK Goh
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Gubernur Tak Percayai Hasil Quick Count
Kasus Alih Kawasan BSD Diselidiki
Dada Janji Bangun Stadion Persib
Pasangan Calon Bupati dari PDI Perjuangan Unggul di Jombang
Gubernur Bolehkan KPU Jatim Bekerja Sampai KPU Baru Dilantik

<< November,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data