Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2006, 6,2 Persen

Selasa, 29 November 2005 | 02:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah optimis target pertumbuhan ekonomi pada 2006 sebesar 6,2 persen dapat tercapai. "Semua memang perlu kerja keras. Apa yang nggak perlu kerja keras. Optimislah, Insya Allah bisa tercapai,"kata Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri mulyani Indrawati di Departemen Keuangan Jakarta, Senin (28/11).

Sri Mulyani mengakui pada 2006 pertumbuhan ekonomi masih akan dihadapkan pada beberapa faktor eksternal. Seperti resiko inflasi yang akan melemahkan konsumsi rumah tangga, pergerakan suku bunga internasional dan harga minyak. Serta resiko kemungkinan meluasnya wabah flu burung. "Tanpa adanya faktor eksternal pertumbuhan 6,2 persen bisa tercapai. Karena sifatnya memang tidak pasti,"ujarnya.

Untuk mencapai target, pemerintah akan berusaha meningkatkan ekspor dan investasi. "Dari awal kan yang diharapkan memang pendorongnya dari ekspor dan investasi,"kata Menteri Sri Mulyani.

Meski optimis target pertumbuhan bisa tercapai, Sri Mulyani menyatakan angka 6,2 persen masih sangat minim untuk mampu menyerap banyaknya tenaga kerja. "Angka 6,2 persen itu pas-pasan kalau bisa dikatakan sebagai tren,"katanya.

Untuk menyerap tenaga kerja lebih banyak pemerintah akan meningkatkan sisi efisiensi dari kualitas pertumbuhan ekonomi, dengan menciptakan proyek yang padat karya. "Kalau itu dilakukan mungkin sama dengan pola 1980 dengan satu persen pertumbuhan bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja,"katanya.

Sebelumnya, Bank Indonesia memprediksi target pertumbuhan 2006 akan sulit tercapai. sulitnya pencapaian tersebut disebabkan oleh berbagai indikator yang terjadi pada 2005 yang disebabkan oleh kenaikan harga BBM. Seperti, adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi 2005, tingkat inflasi 2005 yang cukup tinggi, pelemahan nilai tukar rupiah.

Suryani Ika Sari






Komentar Anda

Kirim