Impor Bahan Bakar Minyak Menurun Tajam
Senin, 05 Desember 2005 | 04:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pertamina menurunkan impor bahan bakar minyak sebesar 15-20 persen dari kebutuhan per hari yang mencapai 300 ribu barel. Sebabnya, konsumsi BBM dalam negeri terus turun sejak pemerintah menaikkan harga awal Oktober.
Juru bicara Pertamina Abadi Purnomo mengatakan, akibat penurunan impor ini perlu penjadwalan kembali impor BBM. "Kami harus melakukan penjadwalan impor," kata Abadi di Jakarta.
Jadwal ulang harus dilakukan karena kapasitas untuk menampung BBM di dalam negeri terbatas. Persediaan produk BBM seperti minyak tanah, premium, dan solar juga telah mencukupi.
Jika jadwal ulang tidak dilakukan, kata Abdai, banyak kapal pembawa BBM menunggu untuk bongkar akibat kapasitas timbun yang telah penuh. Padahal biaya selama menunggu sebesar US$ 150 ribu per hari ini ditanggung Pertamina.
"Kami lebih condong untuk memilih penundaan jadwal impor BBM meskipun nanti terkena penalti daripada harus membayar biaya kapal," ujar Abadi.
Abadi menambahkan dengan pengurangan impor ini membuat arus kas Pertamina menjadi lebih baik. Muhamad Fasabeni






Komentar Anda :