Indeks Berpeluang Menguat Perlahan

Senin, 12 Desember 2005 | 10:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang menguat walau akan diwarnai aksi mengambil keuntungan (profit taking).

"Karena secara teknis, banyak yang harganya sudah overbought terutama saham-saham unggulan (blue chip," kata analis dari PT Evergreen Capital, Edwin Sebayang, kepada Tempo, Senin (12/12).

Ia memprediksi, indeks hari ini akan berada pada kisaran 1.140 hingga 1.175. Kenaikan indeks akan terjadi perlahan seperti pada akhir pekan lalu.

Menurut dia, sentimen positif berasal dari penguatan indeks regional. Juga penguatan rupiah dan membaiknya portofolio anggota bursa. "Keduanya ada batasnya, kita tidak dapat berharap banyak," katanya. Hal itu tampak pada nilai rupiah yang hari ini mulai melemah.

Edwin meminta pelaku pasar untuk fokus beli pada saham lapis ke dua yang harganya masih tertahan dan belum mengalami penguatan besar. Dia menyebut saham grup PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), multifinance, dan saham properti seperti PT Duta Pertiwi sebagai contoh.

Untuk saham pertambangan seperti INCO (PT nternational Nickel Tbk.) dan ANTM (PT Aneka Tambang Tbk.) juga dapat dikoleksi. "Karena harga komoditas emas sedang menguat," ujar analis itu.

Dia merekomendasikan profit taking dengan saat harganya sedikit menguat (sell on strength) pada saham unggulan, diantaranya ASII (PT Astra Internasional Indonesia), TLKM (PT Telekomunikasi), ISAT (PT Indosat), BBCA (PT Bank Central Asia), dan BDMN (PT Bank Danamon). Suliyanti Pakpahan






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: