Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bank Permata Divestasi Asetnya di BPR
Kamis, 15 Desember 2005 | 15:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Permata Tbk. akan melakukan divestasi seluruh kepemilikan sahamnya yang terafiliasi di 18 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) kepada satu investor. Penjualan tersebut guna memenuhi peraturan Bank Indonesia No.6/22/PBI/2004 di mana BPR hanya dapat dimiliki oleh warga negara Indonesia.

"Sementara saat ini, salah satu pemegang saham mayoritas PT Bank Permata adalah badan hukum asing," kata Sekretaris Korporasi Permata, Imam Teguh Saptono, dalam penjelasannya kepada Bursa Efek Jakarta, Kamis (15/12).

Ke-18 BPR itu tercatat atas nama PT Bank Bali qq PT Bank Permata Tbk. Lokasi BPR Permata itu terdapat di Provinsi Jawa Barat tiga buah, Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing lima buah, serta di Bali lima buah.

Perseroan mengharuskan peminat adalah warga negara Indonesia, pemerintah daerah, atau badan hukum yang seluruh pemiliknya warga negara Indonesia. Pihak yang berminat harus memiliki ekuitas lebih besar dibanding total ekuitas konsolidasi BPR Permata yang per 30 September lalu mencapai Rp 17,87 miliar. Permata mensyaratkan pembayaran dilakukan secara tunai.

Seluruh proses penawaran akan diawali dengan investor forum yang dilaksanakan pada 20 Desember 2005. Penawaran harga dilaksanakan 16 Januari 2006. Setelah melewati uji tuntas (due diligence) pada 23 Januari hingga 3 Februari 2005, perseroan akan menyempaikan penawaran final pada 6 Februari dan mengumumkan pemenang tanggal 23 Februari 2006.

Suliyanti Pakpahan

Dari Arsip Majalah TEMPO
Perjalanan Masih Panjang | 21 Pebruari 2005
Akhirnya di Ambang Pelaminan | 13 Desember 2004
Bisnis Sepekan | 15 November 2004
Tak Sekadar Menjual Cepat  | 10 Mei 2004
Bisnis Sepekan  | 27 Oktober 2003
Bisnis Sepekan  | 20 Oktober 2003
Bisnis Sepekan  | 06 Oktober 2003
Kuda Troya Keluarga Riady  | 29 September 2003
Setelah Kambing Makan Sapi  | 08 September 2003
Tanda Tanya di London  | 08 September 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Iluni: Kejaksaan Agung Tidak Serius Selidiki Divestasi Indosat
Iluni Desak Kejaksaan Serius Tangani Divestasi Indosat
Pemerintah Mengkaji Beli Kembali Saham Indosat
BI Belum Sepakat Harga Jual Bank Indover
Penjualan Saham Pemerintah di Bank Niaga Raih Rp 222 Miliar
BII: Temasek Ikut Proses Divestasi
Amerika Serikat Desak Indonesia Percepat Divestasi Bank Pemerintah
Penjualan Sisindosat Belum Rampung
Business Plan Lebih Diutamakan dalam Tender Permata
BNI Segera Road Show Setelah Divestasi Disetujui DPR
> selengkapnya...


Website

Bursa Efek Surabaya


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< December,2005>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data