Pengusaha Timur Tengah Sukai Investasi Keuangan
Jum'at, 16 Desember 2005 | 03:22 WIB
TEMPO Interaktif, Nusa Dua:Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Muhammad Lutfi menyatakan, para investor Timur Tengah lebih menyukai berinvestasi dalam produk-produk keuangan atau institusional finance dibanding jenis investasi lainnya.
Orang berduit dari dunia Arab itu datang ke negara-negara tujuan investasinya tanpa membawa proposal pendirian perusahaan. "Mereka lebih suka membeli surat-surat berharga misalnya berpartisipasi dalam bond Islam,"ujar Lutfi.
Model investasi seperti itu yang belum pernah dilakukan oleh badan-badan usaha dan pengusaha Indonesia untuk menarik investor Timteng itu. Padahal Malaysia berhasil mengeruk dana sebanyak US$ 4 milyar dalam bentuk institutional finance yang tertanam dalam industri telekomunikiasinya. Lagipula potensi investor asal Timteng semacam ini sangat besar.
Di Indonesia sendiri, menurut Lutfi, telah ada yang bermain dalam penanaman modal bond Islam sejak tiga tahun lalu. Sayangnya, institusi yang masuk berasal dari Malaysia bukan dari Timteng. Untuk itu, dalam pertemuan BKPM sehari kemarin (15/12) juga diundang mereka-mereka yang dikenal ahli dalam merancang-bangun financial Timteng.
Mereka membicarakan strategi, aturan, serta apa-apa saja yang harus dilakukan untuk menarik investor sejenis itu.
"Di sana juga dilibatkan undangan yang biasa bermain dalam investasi keuangan dari Timteng,"kata Lutfi. Ia berharap, pengusaha Indonesia mampu memanfaatkan momen dan punya kesempatan berbisnis dengan mereka.
Rilla Nugraheni




Komentar Anda :