Penjualan Produk Makanan Diperkirakan Naik 15 Persen

Jum'at, 23 Desember 2005 | 04:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia, Thomas Darmawan, memperkirakan penjualan makanan dan minuman dalam negeri akan meningkat 12 hingga 15 persen tahun depan.

Kenaikan itu terjadi karena meningkatnya daya beli masyarakat akibat kenaikan gaji pegawai negeri sipil serta penghapusan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) produk minuman ringan, sari buah, dan susu fermentasi awal Januari 2005 lalu.

Dia menambahkan, perkiraan itu berdasarkan pengalaman tahun 2000 lalu. Ketika PPnBM air minum dalam kemasan dihapus, terjadi peningkatan penjualan minuman itu dari 4 miliar liter pada 2000 menjadi 8 liter pada 2004. ?Artinya kenaikannya sekitar 20 persen per tahun,? kata Thomas di Jakarta, Kamis (22/12).

Menurut Thomas, masing-masing jenis makanan memiliki tingkat pertumbuhan yang berbeda. Produk makanan yang baik promosi serta pengolahan pabriknya seperti makanan-makanan baru dan sereal tumbuh antara 10-20 persen, sedangkan makanan yang promosinya biasa saja akan tumbuh 4-10 persen. Sebaliknya, makanan yang tanpa promosi dan memiliki bea masuk tinggi seperti gula pasir dan minyak goreng tak bermerek hanya tumbuh 0-4 persen saja.

Meski demikian, Thomas mengatakan hingga saat ini belum ada perhitungan mengenai kenaikan harga. ?Kami sangat berhitung untuk menaikan harga, ? katanya.

Menurutnya, kalaupun terjadi kenaikan harga besarnya hanya 2-5 persen. Sebab, makanan dan minuman termasuk barang yang sangat sensitif di mana ketika terjadi kenaikan harga akan sulit untuk turun kembali. Kenaikan harga ini kemungkinan hanya terjadi jika pemerintah menaikkan bea masuk produk pertanian.

Selain kenaikan penjualan, Thomas juga memperkirakan terjadi kenaikan ekspor produk olahan makanan dan minuman. Hal itu didorong masuknya perusahaan asing yang memiliki teknologi produksi canggih dalam industri ini.

Dia memperkirakan nilai ekspor produk olahan makanan dan minuman tahun depan mencapai US$ 2 miliar. Menurutnya, akhir tahun ini nilai ekspor produk makanan dan minuman mencapai US$ 1,7 miliar. Angka ini berada di atas nilai ekspor 2004 dan 2003 yang masing-masing hanya US$ 1,519 miliar dan US$ 1,241 miliar.

ewo raswa






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: