Investasi Tambang Bakal Naik

Rabu, 04 Januari 2006 | 18:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Investasi di sektor pertambangan umum tahun ini ditargetkan meningkat sekitar US$ 100 juta, karena ada tiga perusahaan tambang yang mulai memasuki fase konstruksi.

Direktur Pengusahaan Mineral dan Batubara Direktorat Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Mahyudin Lubis mengatakan, ketiga perusahaan itu, PT Nusa Halmahera Minerals, PT Dairi Prima Minerals, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk.

Menurut Mahyudin, Nusa Halmahera di Maluku Utara dan Dairi Prima di Karo telah sedang mempersiapkan memasuki masa produksi.

Bukit Asam tengah membangun tiga pabrik briket dan sejumlah pembangkit berbahan bakar batu bara seperti Pembangkit Mulut Tambang Bangko Tengah dan Banjar Sari di Sumatera Selatan.

Ada 13 perusahaan tambang yang mengalami kendala perizinan. Dari perusahaan-perusahaan itu, baru satu perusahaan yaitu Nusa Halmahera yang dapat menyelesaikan masalah tumpang tindih perizinan dengan sektor kehutanan.

Perusahaan lainnya seperti PT Sorik Mas Mining, PT Karimun Granite, PT Pelsart Tambang Kencana, PT International Nickel Indonesia, PT Aneka Tambang Tbk (dua unit wilayah), PT Weda bay Nickel, PT Gag Nickel, PT Freeport Indonesia, PT Natarang Mining, dan PT Indominco Mandiri masih terganjal masalah perizinan itu.

Muhamad Fasabeni - Tempo






Komentar Anda

Kirim