Harga Minyak Terus Naik
Kamis, 12 Januari 2006 | 11:38 WIB
TEMPO Interaktif, New York:Harga minyak terus beranjak naik, karena kekhawatiran pasar Iran akan mengurangi ekspor minyaknya.
Negara itu saat ini tengah bersitegang dengan Amerika Serikat dan Eropa soal rencana Iran mengembangkan persenjataan nuklir.
Iran merupakan produsen kedua terbesar anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Negara ini memproduksi 3,91 juta barel minyak per hari pada Desember 2005 atau mencapai 4 persen dari total suplai minyak dunia, berdasarkan survei Bloomberg.
Harga minyak untuk kontrak pengiriman Februari naik 0,7 persen menjadi US$ 64,40 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan di pasar Singapura pada pukul 10.14 mencapai US$ 64,38 per barel atau melonjak 39 persen dibanding harga setahun yang lalu.
Dalam transaksi perdagangan sehari sebelumnya, harga minyak ditutup US$ 63,94 per barel. Pada pembukaan transaksi, harga minyak sempat menyentuh US$ 64,80 per barel, tertinggi sejak 5 Oktober.
Harga minyak telah melonjak lebih dari dua kali lipat sejak 1979, setelah terjadi revolusi Iran. Negara itu mengurangi ekspor minyaknya pada saat itu.
Menurut pakar energi UBS AG, Jan Stuart, rencana ini untuk mengembangkan persenjataan nuklir membuat pasar khawatir pasokan minyak dunia tidak akan mencukupi.
Bloomberg/Grace





