Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

BNI Serahkan Kredit Seret ke Direktorat Jenderal Piutang
Senin, 16 Januari 2006 | 19:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Negara Indonesia Tbk. menyerahkan 38 debitor macet dengan nilai utang Rp 247 miliar dan nilai jaminan Rp 312 miliar kepada Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara hari ini.

Penyerahan itu, menurut Direktur Utama BNI Sigit Pramono, untuk mengurangi rasio kredit seret pada bank.

Dia menuturkan, hingga akhir 2005 total kredit yang telah dikucurkan sebesar Rp 62,9 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak 41,6 persen untuk kredit korporasi, dan sisanya kredit nonkorporasi industri menengah, konsumen, dan syariah. "Sampai akhir 2005, kredit yang mengalami seret tagih diperkirakan lebih dari 10 persen,? kata dia usai serah terima kredit seret dengan Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara.

Direktur Jenderal Piutang dan Lelang Negara Machfud Sidik mengatakan, kerja sama dengan BNI dapat mempercepat penjualan agunan kredit macet. "Saya harap bisa memberi efek jera kepada nasabah dan tidak mengingkari kewajibannya sebagai debitor," ujarnya.

Machfud menambahkan, hingga November 2005, pihaknya telah menangani 175 ribu berkas kasus piutang negara senilai Rp 22,9 triliun. "Sebanyak 90 persen kasus piutang dari perbankan," katanya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap dengan kerja sama itu, eksekusi jaminan yang dikoleksi BNI dapat meningkat. Terlebih lagi, tahun ini DJPLN punya target sekitar Rp 2,5 trilun. Hingga kini, dari nota kesepakatan dengan Bank Mandiri dan BNI, Direktorat baru melelang 30 persen dari total target.

Pada kesempatan itu, Menteri Keuangan mengungkapkan, eksekusi kredit seret melibatkan Departemen Keuangan adalah tidak menyenangkan. ?Untuk menakuti-nakuti debitor harus dengan diawali MOU dengan Depkeu. Bank sendiri seperti tidak ada wibawa.?

SULIYANTI/SURYANI IKA SARI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Terkait Kredit BNI Medan, Tiga Pabrik Baja Disita
Direksi Baru BNI Kunjungi KPK
Lin Che Wei Calon Kuat Dirut Danareksa
Sugiharto: BTN Tidak akan Dihilangkan
BNI: Harus Ada Insentif Pajak Untuk Mendorong Merger
Samuel Ismoko Minta Hukuman Ringan
Adrian Waworuntu Mengaku Lengkapi Peralatan Kantor Penyidik Polri
BNI dan Pos Indonesia Kerja Sama


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2006>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data