Perdagangan Indonesia-Singapura Surplus S$ I MIliar Lebih

Selasa, 17 Januari 2006 | 22:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, menyatakan Indonesia mengalami surplus sebesar S$ 1,01 dari perdagangan bilateral dengan Singapura.

Pada tanggal 12 Januari 2006, Kedutaan Besar Singapura di Jakarta menyerahkan data lengkap perdagangan Bilateral antara Indonesia dan Singapura. Adapun dari data tersebut diketahui tahun 2005, angka ekspor, re ekspor dan impor Singapura ke dan dari Indonesia adalah Singapura ekspor ke Indonesia S$ 16,39 miliar, Re-ekspor S$ 20,42 miliar, dan impor dari Indonesia S$ 17,4 miliar. "Jadi Indonesia masih surplus S$ 1,01 miliar, bila tanpa re ekspor,"ujar Mari.

Mengenai Re-ekspor, menurut Mari, merupakan impor Singapura dari negara lain yang kemudian diolah maupun diproses dari Singapura kemudian di ekspor ke negara lain, dan bukan merupakan ekspor asli domestik.

Bila dihitung secara keseluruhan dengan perbandingan total antara ekspor dan re ekspor Singapura ke Indonesia dengan total ekspor Indonesia ke Singapura, sebenarnya ekspor Singapura ke Indonesia adalah sejumlah S$ 36,81 miliar dan Indonesia ekspor ke Singapura sejumlah S$17,4 miliar. Dari data tersebut Indonesia mengalami defisit sebesar S$ 19,41 miliar. "Karena ada jumlah re-ekspor Singapura yang sangat besar ke Indonesia," katanya.

Zaky Almubarok I

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :